Pontianak, NAWACITA - Baru menjabat satu tahunan Bupati Mempawah Erlina kerap kedapatan melakukan kegiatan diluar Kabupaten daerah pimpinannya dan bahkan luar Propinsi Kalbar dan ke Luar Negeri.
Bupati Mempawah Senang Liburan, DPRD Tak Gajian

Pontianak, NAWACITA – Baru menjabat satu tahunan Bupati Mempawah Erlina kerap kedapatan melakukan kegiatan diluar Kabupaten daerah pimpinannya dan bahkan luar Propinsi Kalbar dan ke Luar Negeri.

Bupati yang membuat RAPBD tanpa persetujuan dewan dengan membuat penetapan APBD 2020 disahkan melalui Perkada tersebut yang juga adalah Istri Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan yang juga mantan Bupati Mempawah dua (2) periode kerap melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala Daerah.

Baca Juga: Pengukuhan Pengurus KOPRABUH HAYATI BORNEO DPD Kalbar

Betapa tidak sejumlah pengusaha yang melakukan kegiatan usahanya di Kabupaten Mempawah merasa dirugikan akibat kebijakan dan ketidakhadiran sang Bupati terkait perizinan yang sengaja diperlambat dan dihambat. Seorang pengusaha perumahan yang tidak mau diungkapkan identitasnya, mengatakan perizinan yang di usulkan terhambat karena Bupati Kerap tidak di tempat.

Beberapa waktu lalu juga Gubernur Kalbar Sutarmiji pernah memberikan kritikan soal Kepala Daerah yang kerap Dinas luar tanpa hasil. Memang tampak beberapa kali Bupati Mempawah Erlina menemani Suaminya yang adalah Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan Kunjungan keluar Negeri dengan alasan sebagai Istri Wagub dan melupakan kapasitasnya sebagai Bupati. Hal itu juga sangat menganggu pelayanan kepada masyarakat di Lingkungan Kabupaten Mempawah.

Dilain sisi 40an anggota DPRD Kab Mempawah juga terancam tidak mendapatkan Gaji selama 6 bulan kedepan akibat tidak tersusunnya APBD Mempawah. Dewan Mempawah juga menyoroti sejumlah kegiatan Proyek 2019 yang belum selesai pengerjaannya dan tidak sesuai mutu kerja.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Mempawah, Anwar mengatakan salah satu proyek yang tidak sesuai dengan apa yang dibahas di dewan adalah pembangunan Rumah Dinas Jabatan Bupati senilai Rp. 26,25 Miliar. Padahal, rumah dinas saat ini masih layak dan letaknya Strategis.

Baca juga :  Surati Kepala Daerah, MUI Jatim Minta Masjid Segera Berfungsi Kembali

”Sebelum pembangunan itu di anggarkan seharusnya di siapkan dulu lahan. Lahan ini akan di nilai tim Appraisal. Jadi tidak semudah itu, ini gelondongan,” katanya. (Ambo)

Comments are closed.