Kades Junjangan Haryadi, tidak Transparan dalam Penggunaan Dana Bantuan

10
362
Inhil, NAWACITA - Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Simenisasi di parit Lajer 1 sepanjang 1300 meter diwilayah Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Tahun Anggaran 2019 lalu, terkesan terbengkalai.
Kades Junjangan Haryadi, tidak Transparan dalam Penggunaan Dana Bantuan

Inhil, NAWACITA – Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Simenisasi di parit Lajer 1 sepanjang 1300 meter diwilayah Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Tahun Anggaran 2019 lalu, terkesan terbengkalai.

Pemantauan wartawan nawacitapost terkait realisasi program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) oleh Kepala Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, sangat disayangkan tidak terealisasi sesuai harapan masyarakat.

Baca Juga: Camat Kuala Kampar Pimpin Rapat Perdana Bersama Staf

Kepada media ini, Koordinator Lapangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 1001 Parit Kabupaten Indragiri Hilir, Anton menanggapi gagalnya program DMIJ Desa Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka Inhil merupakan kegagalan Kepala Desa itu sendiri.

“Iya, tidak ada alasan itu dan ini oleh Kepala Desa Junjangan. Seluruh program pembangunan di Desa Junjangan sudah merupakan tanggungan jawab kadesnya,” tegas Anton.

Selain menanggapi konfirmasi media ini dan juga Anton menjelaskan bahwa pihaknya dari LSM 1001 Paret Inhil sudah melakukan investigasi di lapangan terkait proyek itu. “Benar, sebelum rekan-rekan wartawan. Kami sudah kelapangan dan bahkan menjumpai Kepala Desanya. Tapi, tidak berhasil ketemu Kadesnya melainkan Staf Desa saja,” jelasnya.

Anton juga menyebutkan bahwa sesuai Penjelasan Staf Desa yang mengaku namanya Arif kepadanya ketika itu. Kendala proyek pembangunan semenisasi yang belum selesai itu dikarenakan anggota pekerja (tukang) dan bahan material berupa semen tidak ada.

Demikian keterangan Arif (Kaur Pembangunan Desa Junjangan) atas kendala dalam penyelesaian proyek simenisasi Desa Junjangan ini disampaikan LSM 1001 Parit Inhil kepada media ini pada 16 Januari 2020 lalu.

“Ya, keterangan saya ini merupakan penjelasan dari Arif yang menyatakan kendala penyelesaian proyek seminesasi sepanjang 1003 meter dengn lebar 50cm karena pekerja tidak ada, sehingga bangunanya tidak selesai sampai sekarang,” jelas Anton.

Baca Juga: DPD LAN Riau Sukses Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMAN 15 Pekanbaru

Kepala Desa Junjangan, Heryadi saat di konfirmasikan media ini pada Jumat (17/01/2020), tidak membuahkan hasil karena Kepala Desa tersebut menolak memberikan komentar. “Saya tidak bisa berkomentar pak,” Kilah kades seraya menutup pembicaraannya melalui kontak personnya.

Sementara itu, sejumlah masyarakat yang berhasil dikonfirmasi LSM dan wartawan pihaknya mengaku kesal dengan Kepala Desa Junjangan tersebut. “Kami sangat kecewa dengan Pucuk Pemimpin Desa ini. Seluruh program pembangunan di Desa ini sangat amburadul. Kades itu jarang datang dn bhkan sering tidk masuk kantor,” terang sejumlah warga yang tidak bersedia nama dan inisial mereka di cantumkan dalam pemberitaan.

Sejumlah warga Sungai Junjangan ini, membeberkan pada LSM dan wartawan terkait pekerjaan proyek pembangunan fisik di daerah desanya yang mengecewakan dengan mencontohkan proyek semenisasi yang dikerjakan seperti ular yang terkena pukul dan berbentuk ular berbadan dua.

“Dengan kedatangan Bapak-bapak disini, diharapkan agar persoalan ini dapat ditindaklanjuti kepada kepala desa. Jika tidak bertemu dikantor, silahkan bapak-bapak tungguin di rumahnya di Pekan Arba Tembilahan,” kesal sejumlah warga ini, sembari memberikan alamat Rumah sang kades.

Dikatakan sejumlah warga ini. Bila pembangunan di desanya dilaksanakan dengan baik, tentu enak berlalu lalang demi aktivitas pencaharian ekonomi. Namun ternyata hasilnya sangat buruk. “Bagaimana masyarakat mengadu kesulitan kepda Kepala Desa itu, pembangunan saja tidak beres,”.

Selain dana DMIJ juga ada dana bantuan perusahaan sebesar Rp 80 juta yang penggunaannya tidak jelas. (Yul)

Comments are closed.