Terkait Festival Danau Toba, Demokrat Ingatkan GUBSU Tidak Buat Kegaduhan

2
135
Medan, NAWACITA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara(Sumut) mengingatkan Gubsu Edy Rahmayadi untuk tidak membuat kegaduhan di masyarakat .
Terkait Festival Danau Toba, Demokrat Ingatkan GUBSU Tidak Buat Kegaduhan di Masyarakat

Medan, NAWACITA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara(Sumut) mengingatkan Gubsu Edy Rahmayadi untuk tidak membuat kegaduhan di masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Drs Herri Zulkarnain Hutajulu, SH, MSi kepada wartawan di Medan, terkait statement Gubsu yang akan meniadakan Festival Danau Toba (FDT) karena kunjungan wisata di FDT Tahun 2019 tidak mencapai 1 juta wisatawan. Kamis (16/1)

Baca Juga: Kebijakan GUBSU Tiadakan FDT, Ketum DPP Pemuda Barisan Karo: TOLAK!

Partai Demokrat Sumut kata Herri, sebagai salah satu partai pendukung Edy di Pilgubsu Tahun 2018. Herri sangat prihatin dengan pernyataan Gubsu yang akan meniadakan FDT di tahun 2020.

“Gubsu sudah terlalu sering membuat statement yang membuat kegaduhan dan terakhir terkait Festival Danau Toba. Kami minta Gubsu untuk menghentikan statemen yang membuat kegaduhan. Sebab apa yang disampaikan Gubsu sudah menjadi komsumsi politik”, sebut Herri yang didampingi Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Sumut  Nurhasanah,S.Sos dan pengurus DPD Partai Demokrat lainnya, Jesayas Tarigan, Maju Manalu, Herman A. Nduru, Rasmina Sitepu dan lainnya.

Partai Demokrat sebut Herri tetap menginginkan digelarnya FDT, karena sangat mempengaruhi/membantu kegiatan ekonomi masyarakat di 7 kabupaten yang ada di sekeliling Danau Toba. Hanya saja kata Herri teknis pelaksanaannya yang harus di manejemen lebih baik lagi, sehingga wisatawan berminat datang ke Danau Toba.

“Jadi jika FDT 2019 kurang pengunjung,yang salah bukan FDTnya, tapi panitia dan manajemennya. Manusia yang diberikan mandat untuk membuat acaranya”, katanya.

Ditambahkan  Danau Toba merupakan ikon bagi Sumut, sebab menjadi danau terbesar ke 3 di dunia dan sudah diketahui  keindahan Danau Toba oleh masyarakat dunia seperti Bali,Candi Borobudur dan lainnya yang ada di Idonesia.

Baca Juga: Rindus H. Halawa: Klarifikasi Kalapas Teluk Dalam Diragukan, Minta Komnas HAM Usut

Demikian juga sarana prasarana tentang Danau Toba sudah difasilitasi/ disiapkan pemerintah seperti jalan, bandara dan lainnnya. Tinggal bagaimana Gubsu untuk menata dan “menjual” Danau Toba ke mancanegara.

Herri mencontohkan bagaimana pemerintah Thailand mensubsudi tiket, hotel dan lainnya agar wisatawan datang kenegaranya. Karena dengan banyaknya wisatawan akan berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakatnya.

“Artinya wisatawan yang banyak itu akan berbelanja sehingga terjadi perputaran ekonomi dan pedapatan masyarakatnya meningkat”, kata Heri. Pun demikian sebut Herri, agar masyarakat dan instansi terkait lainnnya dapat menbantu Gubsu bagaimana agar wisatawan senang datang ke Danau Toba.

Gubsu sebagai pemimpin harus mampu mencari solusi bagaimana agar wisatawan datang ke Sumut termasuk ke Danau Toba. Sehingga PAD di daerah sekeliling Danau Toba bertambah. Dan kami sarankan, untuk solusi tanya ke Demokrat, kami punya solusinya”, sebut Herri.

Tina/Eko, Medan-Sumatera Utara