“PDAM MENDENGAR” Dialog Interaktif Tokoh-Tokoh Surabaya

3
74
Dirut PDAM Surya Sembada Ir. Mujiaman (kanan) bersama M. Sholeh saat acara "PDAM MENDENGAR" di hotel Mercure jalan Darmo Surabaya, Senin, 13 Januari 2020

Surabaya NAWACITA – PDAM Surya Sembada kota Surabaya menggelar Dialog Interaktif dengan tema “PDAM MENDENGAR”, 13 Januari 2020 di Hotel Mercure Jalan Darmo, Surabaya.

Sejatinya, acara ini diselenggarakan untuk mendengar harapan dan keluhan dari masyarakat dan mencari solusi-solusi yang tepat demi terciptanya kinerja dan pelayanan PDAM Surabaya yang lebih baik karena PDAM Surya Sembada merupakan Aset masyarakat Surabaya. Selain itu sebagai bentuk laporan ketercapaian sekaligus permasalahan yang dihadapi PDAM Surabaya. Acara ini juga bentuk jawaban atas ramainya forum Surabaya Oh Surabaya (SOS) terkait gugatan Pengacara M. Sholeh kepada PDAM Surya Sembada.

Baca juga : Jelang Akhir Tahun, PDAM Surabaya Paparkan Capaiannya

Puluhan anggota SOS dari Politisi, Tokoh-tokoh Masyarakat, LSM, Awak Media, Pejabat, dan juga beberapa dari anggota DPRD Surabaya dan Jawa Timur. Tak ketinggalan agenda ini juga mengundang 22 calon-calon Walikota Surabaya dan beberapa yang datang antara lain Lia Istifhama, Gus Hans, Gunawan, Soecipto Joe Angga serta M. Sholeh yang saat ini sedang menggugat PDAM.

Dalam sesi awal, pihak PDAM melalui Direktur Utama Ir. Mujiaman memaparkan apa yang sudah dilakukan selama menjabat 2 tahun terakhir ini.

Baca juga : DPRD: Carakomunikasi PDAM Surabaya Tangani Masalah Air Buruk

Mujiaman menjelaskan bahwa selama ini dirinya bersama seluruh staf PDAM Surabaya sudah bekerja dengan keras untuk melayani Masyarakat Surabaya sehingga sudah memperoleh beberapa Standarisasi antara lain ISO 9001 (tentang Produksi dan pelayanan), ISO 27001 (tentang keamanan sistem informasi), ISO 55000 (tentang pengelolaan aset), ISO 17025 (tentang laboratorium dan kalibrasi), tentang Sistem manajemen K3 yang sudah distandarisasi oleh Menaker, dan yang terakhir adalah ISO 37001 (tentang manajemen anti penyuapan).

PDAM Surabaya, menurut Mujiaman sudah banyak melakukan terobosan-terobosan terutama terkait produksi Air yang meningkat dari 10.000 ton/detik menjadi 12.000 ton/detik, karena itu hampir seluruh wilayah Surabaya sudah mendapatkan air bersih dari PDAM.

Baca juga : Wagub Emil Harap Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jadi Pioner Generasi Muda Melek Politik

Dalam cakupan layanan, PDAM Kota Surabaya sudah melakukan terobosan yaitu untuk masyarakat marginal atau yang menempati tanah ilegal di Surabaya yang sebenarnya menurut Undang-undang tidak akan pernah mendapat layanan air, namun demikian PDAM Surabaya telah menyiasatinya dengan membangun pipa meter di Tanah legal terdekat untuk menyalurkannya ke wilayah tersebut melalui bantuan beberapa sponsor. Dan saat ini sudah mencapai 10.000 warga ditanah ilegal yang sudah ter-Airi.

Capaian selanjutnya adalah terkait rehabilitasi pipa yang tahun ini mencapai 50 Km dari 6.000 Km keseluruhan pipa se-Surabaya. “Ini adalah hasil kerja keras bersama karena tahun-tahun lalu hanya bisa merehabilitasi tidak lebih dari 10 Km saja,” lanjutnya.

Dalam hal keuangan, PDAM kota Surabaya juga boleh berbangga karena bisa mendapat laba 125 miliar ditahun lalu dan saat ini sudah setor 132 miliar ke Pemkot Surabaya.

Baca juga : Anik Maslachah Resmi Dilantik Wakil Ketua DPRD, Gubernur Khofifah : Penguat Untuk Pemenuhan Hak- Hak Perempuan di Jatim

Acara dilanjutkan dengan paparan M. Sholeh yang saat ini sedang melakukan gugatan ke PDAM Surabaya. Terkait gugatannya Sholeh menjelaskan bahwasanya dirinya hanya ingin meluruskan sehingga PDAM kerjanya semakin bagus.

Sebagai pelanggan yang terlindungi UU perlindungan Konsumen no. 8 tahun 1999, PDAM tidak pernah memberikan kompensasi tatkala air yang kita beli tidak sesuai dengan yang dijanjikan dan kalau mau jujur itu ada ancaman pidananya.

Baca juga : Khofifah Gelorakan DUDI Nihilkan Kecelakaan Kerja di Jatim

” Janjinya kan menjual air minum, ndak pernah dipelesetkan menjadi air mandi atau yang lain. Seharusnya ndak ada salahnya apabila PDAM memberikan ganti rugi/kompensasi seperti yang pernah dilakukan PLN saat mati lampu seluruh Jakarta dan diberikan kompensasi berupa discount di bulan berikutnya,” papar Sholeh.

Untuk hal pembayaran tagihan, Sholeh mempertanyakan mengapa saat ini tidak boleh dibayar lewat perusaahan lain, orang menyebutnya CV. Padahal ini memudahkan masyarakat karena tidak perlu jauh untuk melakukan pembayaran.

Baca juga : Gubernur Khofifah: APBD Tahun 2020 Prioritaskan Pendidikan Sebagai Ujung Tombak Pencetak SDM Berkualitas di Jatim

Sholeh juga menyikapi masalah deviden (keuntungan) yang diberikan kepada Pemkot Surabaya. Menurut Sholeh seharusnya deviden jangan diberikan ke Pemkot melainkan digunakan untuk memperbaiki layanan PDAM yang masih banyak kekurangan.

” Saya berharap apa yang menjadi tuntutan ini bisa dikabulkan sehingga gugatan tidak perlu dilanjutkan,” pungkasnya.

Terkait gugatan ini, PDAM menjelaskan tentang Denda dan Kompensasi. Bahwasanya PDAM sudah banyak memberikan kompensasi khususnya kepada 80% pelanggan PDAM dengan tarif Rp. 1.848/M3.

” Coba kita hitung, biaya produksi air adalah 1.400/M3. Itu belum biaya distribusi dan membayar karyawan. Keuntungan PDAM didapat dari 20% hanya dari pelanggan Industri, Rumah sakit besar swasta, dan kawasan perumahan mewah,” ujar Mujiaman.

Penjelasan kedua mengenai deviden 125 Miliar ke Pemkot Surabaya karena diminta oleh Bappeko sesuai Perda yaitu 0,55 X 0,95 (variable) X Laba bersih.

” Berarti kalau ada keuntungan ya kita setor, tapi kalau ndak untung ya ndak setor. Karena dibentuknya PDAM adalah sebagai pemanfaatan umum, untuk mendukung ekonomi daerah, dan yang ketiga adalah mendukung pendapatan daerah,” ujarnya.

Hal pembayaran yang dipertanyakan Sholeh juga dijawab dengan gamblang oleh Mujiaman. Mengapa tidak diperbolehkan ? karena sudah banyak yang tertipu dan menjadi persoalan bagi PDAM. Dalam hal itu kepada masyarakat yang tertipu, PDAM sudah membantu seperti memberikan keringanan dsb.

Dalam agenda ini, selain menjawab pertanyaan Sholeh yang menggugatnya dan pertanyaan dari hadirin yang lain, PDAM Surabaya juga banyak mendapat pujian dan dukungan dari peserta khususnya terkait Kinerja Direktur utama Mujiaman yang baru dua tahun menjabat. (BNW)