Larangan Bioskop di Aceh, MUI: Kecuali Filmnya Merusak, itu Haram

3
231
Jakarta, NAWACITA - Menteri Agama Fachrul Razi heran mengapa bioskop tidak diizinkan beroperasi di Aceh. Padahal, di negara Islam seperti Arab Saudi bioskop sudah diperbolehkan.
Larangan Bioskop di Aceh, MUI: Kecuali Filmnya Merusak, itu Haram

Jakarta, NAWACITA – Menteri Agama Fachrul Razi heran mengapa bioskop tidak diizinkan beroperasi di Aceh. Padahal, di negara Islam seperti Arab Saudi bioskop sudah diperbolehkan.

Pernyataan ini pun kemudian dijawab oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku H Faisal Ali. Menurutnya, keberadaan bioskop di Aceh bukanlah sesuatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, kehadiran bioskop di Aceh bukanlah suatu hal yang penting untuk dibangun.

Baca Juga: Dahlan Iskan Inginkan Tri Rismaharini Tiga Periode

Terkait hal ini, MUI pusat ikut memberikan pendapatnya. Menurut Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas, hukum menonton film adalah boleh saja, asalkan film yang ditonton memiliki manfaat yang besar.

“Menonton film itu boleh, tapi kalau akan merusak jadi haram. Kalau nonton film perjuangan ya enggak masalah. Tapi kalau seandainya sudah mempertontonkan yang dilarang agama ya enggak boleh,” kata Anwar seperti dilansir dari kumparan, Senin (6/1).

Terkait larangan bioskop di Aceh, kata Anwar, itu sudah menjadi kebijakan dan keputusan Pemerintah Aceh yang melarangnya. Anwar berpendapat, alasan pemerintah Aceh menutup semua bioskop di sana karena demi melindungi rakyatnya.

“Itu terserah pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh ingin melindungi rakyatnya. Kalau menurut pemerintah Aceh bioskop itu banyak mudaratnya, ya itu hak dan wewenangnya pemerintah Aceh. Jadi boleh saja Pemerintah Aceh seperti itu,” kata Anwar.

“Sebenarnya, hukum dasar menonton film itu boleh. Hanya saja apa yang ditontonnya itu akan mempengaruhi hukum menonton itu sendiri,” lanjut Anwar.

Baca Juga: Novel Baswedan Diperiksa Hari ini

Kemudian Anwar menganalogikan hukum makan. Menurutnya kegiatan makan hukum dasarnya boleh, tapi yang menentukan makan itu haram atau tidak adalah jenis makanan yang dimakan.

“Misalnya makan. Makan itu hukum dasarnya boleh. Cuma kalau makan babi ya jadi haram. Sama seperti nonton film, nontonnya boleh tapi film apa yang ditonton menentukan haram atau tidaknya,” jelas Anwar.

Comments are closed.