Terdampak Banjir, Mendagri : Dana Cadangan APBD Bisa di Gunakan

1
208
Terdampak Banjir, Mendagri : Dana Cadangan APBD Bisa di Gunakan

Bekasi, NAWACITA- Mendagri Tito Karnavian mengatakan Pemprov DKI dan daerah sekitar yang terdampak ‘banjir tahun baru’ bisa menggunakan dana cadangan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.

Namun, dana APBD dari pos angaran belanja tak terduga (BTT) itu bisa digunakan asal pemda menyatakan status tanggap darurat. Hal itu, kata Tito, sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi ketika Wali Kota Rahmat Effendi menetapkan status tanggap bencana.

“Di Jabar juga ada anggaran itu (BTT), ditambah dengan sisa anggaran tahun lalu, di DKI juga ada sisa anggaran tahun lalu dan BTT, di Banten juga ada. Namun memang pengeluaran itu harus dinyatakan tanggap darurat situasi itu,” kata Tito usai meninjau lokasi banjir di Jati Asih, Kota Bekasi, Jumat (3/1).

Baca Juga : PUPR Siapkan Rusun Untuk Warga Terdampak Normalisasi Sungai Ciliwung

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara memang memberi kuasa bagi kepala daerah untuk membuat pos belanja tidak terduga. Sementara Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 mengatur salah satu peruntukan BTT adalah membiayai tanggap darurat dan penanggulangan bencana.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Syarifuddin menilai DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten punya sumber daya anggaran yang cukup untuk menanggulangi banjir. Namun, ada opsi BTT sebagai sumber dana lain untuk mengatasi banjir.

“Bisa digunakan terutama untuk evakuasi korban dulu. Dan saya yakin BPBD mereka sudah mengantisipasi itu,” kata Syarifuddin kepada wartawan, Jumat (13/2).

Comments are closed.