Hadapi Tahun Baru 2020, Wagub Emil Sebut Ikhtiar Fisik dan Doa Akan Terus Diupayakan

1
29
Surabaya, NAWACITA – Menyambut datangnya tahun baru 2020, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak akan terus melakukan berbagai ikhtiar fisik maupun ikhtiar doa. Kedua hal tersebut, menurutnya, harus berjalan berseiring, karena apapun yang telah diikhtiarkan hasilnya akan tetap ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Hadapi Tahun Baru 2020, Wagub Emil Sebut Ikhtiar Fisik dan Doa Akan Terus Diupayakan

Surabaya, NAWACITA – Menyambut datangnya tahun baru 2020, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak akan terus melakukan berbagai ikhtiar fisik maupun ikhtiar doa. Kedua hal tersebut, menurutnya, harus berjalan berseiring, karena apapun yang telah diikhtiarkan hasilnya akan tetap ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga: Lantamal V – Yasbhum Bedah Rumah Purnawirawan, Warakawuri dan Wredatama TNI AL

“Menghadapai tahun baru 2020, kami akan terus mengupayakan berbagai upaya. Baik ikhtiar fisik maupun ikhtiar doa. Dua-duanya akan terus berjalan berseiring, karena apapun bentuk ikhtiar kita tentunya yang menentukan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur Emil sapaan akrab Wagub Jatim saat menghadiri acara Dzikir dan Doa Bersama 1.500 Anak Yatim Piatu Dalam Rangka Melepas Tahun 2019 dan Menyongsong tahun 2020 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/12).

Emil menjelaskan, untuk tahun 2020 terdapat beberapa pondasi yang akan diperkuat dan ditingkatkan kualitas implementasinya. Diantaranya, yaitu Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas), program millennial job center (MJC), dan balai latihan kerja (BLK) intensif. Termasuk beberapa inovasi-inovasi yang sedang dikembangkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong UMKM.

Selain itu, Pemprov Jatim juga akan menjembatani antara pemerintah pusat dengan kabupaten/kota. Misalnya, dalam penerapan Perpres No. 80 tahun 2019 dimana Pemprov harus bisa menyelaraskan antara kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

“Jadi, kami akan banyak melakukan koordinasi dan pengawalan untuk program-program infrastruktur strategis. Khususnya, yang kewenangannya dari pusat tetapi pelaksanaannya harus berseiring dengan provinsi,” urai mantan Bupati Trenggalek ini.

Untuk itu, Emil berharap, masyarakat bisa menyadari bahwa salah satu tugas utama Pemprov Jatim salah satunya adalah menyukseskan program-program pusat. Apalagi, pemprov merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat sehingga indikator kinerjanya harus juga dilihat dari hal itu.

Baca Juga: Tutup Tahun 2019, Total Realisasi dari Pajak Daerah Jatim Capai 104,27 Persen

Terkait pelaksanaan dzikir dan doa bersama anak yatim, Emil menyampaikan, bahwa kegiatan ini sengaja dilaksanakan pada siang hari agar anak-anak yatim bisa segera berkumpul kembali dengan kerabatnya. Selain itu, untuk memberikan kesempatan kepada para ASN di lingkup Pemprov Jatim dapat menikmati malam pergantian tahun ataupun beribadah bersama keluarga di penghujung tahun.

“Saya rasa ini adalah suatu inovasi yang menarik dari Ibu Gubernur, dimana beliau juga menekankan akan pentingnya kebersamaan dengan seluruh keluarga bagi segenap insan di Pemprov Jatim,” pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain Sekdaprov Jatim, Forkopimda Provinsi Jatim, serta para Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim. (BNW)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here