FGD FPK Jatim, Kebhinekaan Wujudkan Kesadaran Bela Negara

4
195
Surabaya, NAWACITA - Bertajuk
Foto : (ki-ka) Ketua Panitia FGD (Wakil dari Suku Sabu NTT) Drs. Christian Djami, BSC, SE, MM, M.Mis., GATOT SEGER SANTOSO (Wakil dari Etnis Tionghoa), Wakil Sekretaris II Moch. Efendi, SH (Wakil dari suku Madura), Wakil ketua I Yousri Nur Raja Agam, S.H., (Wakil dari Suku Minang), Wakil Ketua I HM. Dr. Edy Purwinarto, M.Si (Wakil dari suku Jawa), Kepala Bakesbangpol Jatim Drs. Ec. Jonathan Judyanto, MMT., Sekretaris FPK Jawa Timur Yafeti Waruwu, S.H.(Wakil dari suku NIAS), Wakil Sekretaris I Liza M Mardiana, ST (Wakil dari Suku Bali).

Surabaya, NAWACITA – Bertajuk ” Kiprah Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jawa Timur dalam Kebhinnekaan sebagai wujud kesadaran Bela Negara”, Focus Discussion Group (FDG) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) digelar di Hotel Aria Centra Surabaya. (Kamis, 26 Desember 2019).

Mengawali acara, ketua panitia Drs. Christian Djami, BSC, SE, MM, M.Mis., dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov melalui Bakesbangpol Jatim yang sudah mendukung setiap kegiatan FPK sehingga FPK tetap eksis dengan berbagai kegiatan.

Baca Juga: Emil Dardak Harapkan EJSC Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, mewakili ketua FPK H. Sabron Djamil Pasaribu, SH, MH., sekertaris FPK Jatim Yafeti Waruwu, S.H, juga mengapresiasi dukungan dan perhatian dari Pemprov Jatim melalui Bakesbangpol Jatim.

Kepada Bakesbangpol Yafeti juga melaporkan kegiatan FPK ditahun 2019 dan berbagai agenda kedepan yaitu memperluas jangkauan FPK sekaligus pembentukan Pimpinan Pusat FPK.

Yafeti juga mengajak kepada masyarakat khususnya 20 perwakilan etnis yang hadir untuk tetap mempertahankan ke-Bhinnekaan Indonesia dengan menjaga konsensus Indonesia yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Perwakilan dari Pemprov Jatim, Kepala Bakesbangpol Jatim Drs. Ec. Jonathan Judyanto, MMT, menyampaikan 2 hal terkait FPK jatim.

Yang pertama, Perlu adanya banyak diskusi yang mendalam terkait forum ini, terutama untuk koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten kota supaya forum ini dapat lebih eksis. Kepada FPK, Jonathan meminta untuk selalu koordinasi dan banyak memberikan gagasan kepada pemangku jabatan.

“Kalau ini dapat dijalankan, hasilnya akan luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Persoalan Sungai Brantas, Pemprov Kolaborasi Dengan 16 PTN Lewat Format KKN

Hal yang kedua menurut Jonathan adalah Gagasan eksternal dalam Penanaman nilai-nilai toleransi di dunia Pendidikan, dalam hal ini ketua Bakesbangpol meminta FPK untuk dapat bekerjasama Pemprov melalui dinas terkait dalam melakukan sosialisasi Kebangsaan dan Bela Negara.

Kunci dari semua ini adalah toleransi dalam membangun kehidupan bangsa Indonesia, toleransi adalah penghormatan terhadap hak-hak masyarakat. Bukan hanya masalah SARA, melainkan juga terkait masalah sosial, lanjut kepala Bakesbangpol Jatim.

Jonathan berpendapat, saat ini anak-anak terlalu dipengaruhi oleh gadget dan hal ini tidak baik untuk pertumbuhan sifat sosialnya. “Pancasila sudah diakui dunia merupakan Ideologi terbaik saat ini,” ujarnya,

“Kalau Pancasila bisa tertanam di hati dan fikiran kita khususnya generasi muda, maka kedepan tidak akan ada lagi perasaan takut untuk beribadah, aksi pemaksaan kehendak, aksi terorisme dll yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa”.

” Forum Pembauran Kebangsaan merupakan Indonesia kecil, maka dari itu mari kita jaga forum ini sehingga dapat menjadi pelopor bagi penggerak kebhinnekaan,” ujar Jonathan.

Baca Juga: Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ikut Misa Natal di Betlehem

Dipandu oleh Wakil Sekretaris II Moch. Efendi, SH (Wakil dari suku Madura) acara Focus Discussion Group berlangsung dengan hangat. Sebagai nara sumber HM. Yousri Nur Raja Agam mengatakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) merupakan forum untuk menggerakkan persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai wujud bela negara,

Menurut Yousri, pembentukan FPK dilakukan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemda, serta memiliki hubungan yang bersifat konsultatif.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Permendagri No. 34 tahun 2006, menyadari bangsa Indonesia adalah bangsa multikultural yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan etnik, dengan berbagai latar belakang budaya, adat istiadat dan agama sangat berpengaruh terhadap persatuan dan kesatuan, serta keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, papar pengurus PWI Jatim ini.

Pada paparannya Yousri juga menceritakan sejarah NKRI termasuk peran FPK dalam kegiatan Bela Negara sejak tahun 2006.

Surabaya, NAWACITA - Bertajuk " Kiprah Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jawa Timur dalam Kebhinnekaan sebagai wujud kesadaran Bela Negara", Focus Discussion Group (FDG) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) digelar di Hotel Aria Centra Surabaya. (Kamis, 26 Desember 2019).
Yafeti Waruwu, Sekretaris FPK Jawa Timur dan Perwakilan Suku Nias

Pada sesi terakhir, Yafeti Waruwu Sekretaris FPK Jatim menyimpulkan semua paparan yang telah disampaikan oleh nara sumber.

Menurut Yafeti, dalam perjalanannya FPK Jawa Timur sudah hampir 100% dalam pembentukan pengurus di 38 kabupaten/kota. Dan yang masih belum terbentuk diantaranya Kota Surabaya yang menganggap kesamaan antara FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) dengan FKUB (Forum Kerukukan Umat Beragama).

Yafeti menegaskan di tahun 2020 nanti Jawa Timur siap menjadi tuan rumah Munas dan berharap semua pihak terutama pengurus dari kabupaten/kota dapat memberikan dukungannya. (BNW)

Comments are closed.