Pemko Gusit Pugar Situs Megalith “Ni Oniha Niha So’aya Bulu Fali’era” di Desa Fadoro

1
308
Gunungsitoli Idanoi, NAWACITA - Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli, melaksanakan program pelestarian situs budaya melalui kegiatan Pemugaran Situs Batu Megalith
Pemko Gusit Pugar Situs Megalith "Ni Oniha Niha So'aya Bulu Fali'era" di Desa Fadoro

Gunungsitoli Idanoi, NAWACITA – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli, melaksanakan program pelestarian situs budaya melalui kegiatan Pemugaran Situs Batu Megalith “NI ONIHA NIHA SOAYA BULU FALIERA” di Desa Fadoro, Kec. Gunungsitoli Idanoi pada APBD Pemerintah Kota Gunungsitoli Tahun 2019.

Baca Juga:  Desa Faekhu Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Komputer Tahun 2019

Tujuan pemugaran ini sebagai wujud dari komitmen Pemerntah Kota Gunungsitoli dalam merawat dan melestarikan sejarah dan budaya di Kota Gunungsitoli. Keberadaan situs batu megalith sangat penting bagi generasi sekarang dan genwrasi berikutnya, sebagai.bagian dari mengingatkan sejarah pengembangan peradaban.

Kepala Desa Fadoro Krisman Farasi, S.Pd menyampaikan terimakasih kepada Pemko Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Gunungsitoli yang telah memberi perhatian dan dukungan dalam merawat dan melestarikan salah satu situs batu megalith yang ada di Kota Gunungsitoli. “Sebagai Kepala Pemerintahan Desa Fadoro, saya mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan perawatan situs ini. Bentuk apresiasi masyarakat adalah dengan tidak merusak apa yang telah dibangun pemerintah”. ungkap Krisman Farasi.

Baca Juga: Pastor Katolik Bangun Mushala di Banyuwangi

Dengan adanya pemugaran situs batu megalith ini, akan menambah daya tarik wisatawan ke kawasan objek wisata desa Fadoro. Dan sekaligus juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jangan bosan mengunjungi kawasan wisata Desa Fadoro, para tamu akan menikmati udara segar pedesaan, memandang dan menikmati air terjun Humogo, belajar tentang budaya, dan berfoto ria” lanjut Krisman Farasi.

Alexius Telaumbanua (Nawacitapost, Gunungsitoli)

Comments are closed.