Medan, NAWACITA -  Perseteruan antara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bupati Tapanuli Tengah Bachtiar Sibarani terus saja mencuat di media. Walau ada bantahan dari Gubernur bahwa itu bukan perseteruan melainkan teguran, tetapi tetap saja dipandang oleh sebagian orang sebagai perseteruan.
Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sumatera Utara Muhammad Arifin

Medan, NAWACITA –  Perseteruan antara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bupati Tapanuli Tengah Bachtiar Sibarani terus saja mencuat di media. Walau ada bantahan dari Gubernur bahwa itu bukan perseteruan melainkan teguran, tetapi tetap saja dipandang oleh sebagian orang sebagai perseteruan.

Menanggapi hal ini Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sumatera Utara Muhammad Arifin, Minggu (22/12) mengatakan bahwa “Gubernur Sumatera Utara wajib memberikan Masukan maupun teguran kepada jajarannya baik di kantor gubernur maupun Bupati, Walikota, Camat ataupun Lurah, sesuai dengan undang-undang kepemerintahan dan yang sesuai diinstruksikan oleh presiden ke pada setiap gubernur se-Indonesia.

Baca Juga: Budayawan Sunda, Dedi Mulyadi, Ajak Perempuan Indonesia Pakai Kebaya

Yang pasti diyakini jika atasan menegur atau memberi perintah pasti tujuannya untuk kebaikan bersama dan demi kemajuan Bangsa dan Negara. Sedangkan Bupati Tapteng juga bekerja untuk kepentingan bersama dan demi kemajuan bangsa dan Negara. Jadi dimana letak kesalahannya seorang Gubernur menegur dan menginstruksikan kepada Bupati? Mari kita menyikapinya dengan berkepala dingin secara positif, bukan untuk menyalahkan sosok ataupun instansinya kita sebagai pilar ke empat kontrol sosial baik di pemerintahan maupun swasta wajib menilik dan memberikan masukan yang positif dalam arti kita media berposisi ditengah (FPII Setwil Sumut/Deputi Jaringan Presidium FPII)

Tina (Nawacitapost, Sumatera Utara)

Baca juga :  Dalam Rangka Hut Yayasan Kemala Bhayangkari Ke-42, Ketua YKB Melaksanakan Anjangsana ke Masyarakat Pesisir Pulau Belakang Padang