Pemerintah Kecamatan Ukui, Adakan Sosialisasi Undang-undang Karhutla

2
131
Pelalawan, NAWACITA - Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Ukui Tahun 2020, Pemerintah Kecamatan Ukui adakan penyuluhan dan sosialisasi Undang-ndang Nomor 32 Tahun 2009, pasal 108 tentang sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Pemerintah Kecamatan Ukui, Adakan Sosialisasi Undang-undang Karhutla

Pelalawan, NAWACITA – Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Ukui Tahun 2020, Pemerintah Kecamatan Ukui adakan penyuluhan dan sosialisasi Undang-ndang Nomor 32 Tahun 2009, pasal 108 tentang sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Anggota DPRD Provinsi Riau Sewitri SE, Selenggarakan Pelatihan Kepemudaan

Acara sosialisasi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 ini, dibuka oleh Sekretaris Camat Kecamatan Ukui Pelalawan, H. Salim, D, SH,M.Si di aula kantor Camat Ukui pada Senin (16/12/2019).

Hadir dalam sosialisasi ini yang sekaligus sebagai Narasumber adalah Kapolsek Ukui yang diwakili oleh Brigadir Dede Sumanto dan Koramil Kolonel Infanteri Masrah dan juga dihadiri oleh lurah dan kepala desa serta para staf dan aparatur desa.

Sekcam Ukui dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Camat Ukui yang tidak bisa hadir dalam acara sosialisasi ini karena sedang mengikuti acara rapat di pekanbaru.

Dalam keteranganya H. Salim (Sekcam Ukui) menyebut kegiatan sosialisasi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 kepada masyarakat sebagai bentuk antisipasi agar tidak tersandung hukum DLH tentang sanksi kebakaran hutan dan lahan. Apalagi menurut informasi dari BMKG bahwa akan menghadapi musim kemarau di awal tahun 2020 ini.

Baca Juga: Brigjen Pol. Bahagia Dachi: Natal Akbar Ono Niha se-Jabodetabek, Harus Diwujudkan

“Daerah Kecamatan Ukui ini merupakan salah satu wilayah rawan banjir dan karhutla. Maka dengan demikian kata Salim pentingnya pemerintah mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Ukui agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” harapnya.

Perlu dipahami bersama masyarakat bahwa pelaku pembakar hutan dan lahan akan ada sanksi berat yang dikenakan. Untuk itu diharapkan agar tidak ada masyarakat Ukui yang dipidana karena membuka lahan pertanian dengan cara membakarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, pasal 108 yang dijelasakan oleh Narasumber bahwa sanksi yang akan diterima oleh para pelaku pembakaran hutan dan lahan yaitu 10 tahun kurungan dan denda 10 milyar.

Yul (Nawacitapost, Riau)

Comments are closed.