Pedagang Simpang Empat, Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati dan DPRD Asahan

2
142
Asahan, NAWACITA - APPSE (Asosiasi Para Pedagang Simpang Empat) Dan APSA (Asosiasi Pedagang Se-Kabupaten Asahan) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Asahan. Selasa, 17/12/2019.
Pedagang Simpang Empat, Unjuk Rasa di Halaman Kantor Bupati dan DPRD Asahan

Asahan, NAWACITA – APPSE (Asosiasi Para Pedagang Simpang Empat) Dan APSA (Asosiasi Pedagang Se-Kabupaten Asahan) melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati dan kantor DPRD Kabupaten Asahan. Selasa, 17/12/2019.

Baca Juga: Kepala BKD DKI Jakarta Copot Plt Kadisparbud DKI

Seorang dari perwakilan pedagang, Andreansulin saat dikonfirmasi oleh awak media di halaman Kantor Bupati Asahan mengatakan,

”Permohonan APPSE Dan APSA adalah meminta agar Bupati Asahan dan DPRD Kabupaten Asahan agar tidak menutup pasar pagi tradisional yang berada di Kecamatan Simpang Empat “, jelas Andrea.

Dalam orasi tersebut, 15 perwakilan dari APPSE Dan APSA diterima oleh Plt. Asisten I Kabupaten Asahan Suherman Siregar, Plt Kasat Pol PP Kabupaten Asahan Sopian Manullang, dikarenakan Bupati Asahan menghadiri acara kedinasan keluar daerah.

Perwakilan para pedagang juga memohon agar Bupati Asahan Dan DPRD Kabupaten Asahan dapat menyediakan tempat bagi pedagang tersebut.

Baca Juga: Menteri Erick Thohir Akan Rombak Direksi PT KAI

Menurut perwakilan pada pedagang, Bupati harus bertindak tegas dengan mencopot jabatan Camat Simpang Empat, karena selama ini para pedagang pasar pagi tradisional dikutip retribusi rutin. Adapun retribusi yang dikutip oleh pihak terkait sangat bervariasi, ada yang Rp. 5000 Sampai Dengan Rp. 25.000 tergantung luasnya lapak yang mereka tempati.

Para pedangan berharap. Pemerintah daerah harus mengedepannya rasa keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Karena hal ini sangat terkait dengan perwujudan Visi-Misi Kabupaten Asahan yang menjadikan Asahan yang Religius, Cerdas, Sehat Dan Mandiri.

Tina (Nawacitapost, Sumatera Utara)

Comments are closed.