Pontianak, NAWACITA - DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kalbar bekerjasama dengan Fak Hukum & Magister Hukum Untan Pontianak melaksanakan Kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan pertama, pendidikan dilaksanakan di Kampus S2 Magister Hukum Univ. Tanjungpura Pontianak.
DPD KAI Kalbar Bersama Fak. Hukum UNTAN, Selenggarakan PKPA bagi Calon Advokat

Pontianak, NAWACITA – DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kalbar bekerjasama dengan Fak Hukum & Magister Hukum Untan Pontianak melaksanakan Kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan pertama, pendidikan dilaksanakan di Kampus S2 Magister Hukum Univ. Tanjungpura Pontianak.

Kegiatan dibuka oleh Mawardi, SH., M.Hum., bertindak mewakili Dekan Fak.Hukum Untan Pontianak. Hadir juga dalam kesempatan tersebut KOMDIK DPP K.A.I Advokat Sugeng, SH., M.Hum.

Baca Juga: Grand Mercure Surabaya City, Hadirkan Nuansa Keramahan Abad ke-21

Ketua Panitia PKPA Adv.Drs.Djanggu Benyamin, SH.MPd, CIT, CIL kepada Media ini menjelaskan bahwa PKPA yang dilaksanakan merupakan PKPA pertama untuk tahun 2019, “Ini PKPA pertama, sebelumnya sudah pernah dua kali dilaksanakan, dan rencananya PKPA kedua kita akan berkerjasama dengan Fak Hukum Univ.Kapuas Sintang pada Februari 2020 mendatang.” Jelasnya.

Menurut Djanggu, 14 orang peserta ini akan mengikuti pendidikan full selama 7 hari, mulai Pukul 8 pagi spd Pukul 9 malam.

Pendidikan bagi Advokat menurut Djanggu sangat perlu, hal itu sesuai dengan perintah Undang-Undang, “Setiap calon advokat harus mengikuti pendidikan dasar dan lanjutan.” Terangnya.

Supaya bisa beracara, menurut Djanggu banyak tahapan yang harus dilalui seorang calon advokat. Setelah mengikuti pendidikan dasar, calon advokat harus mengikuti pendidikan lanjutan, “Jadi mereka ini masih jauh.” Jelasnya.

Calon Advokat juga harus bergabung dengan Profesi Advokat, bisa di pusat atau di daerah. Setelah dilantik atau diangkat oleh DPP KAI kemudian dilantik oleh Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi.

“Jadi masih jauh, setelah dilantik harus magang terlebih dahulu untuk belajar, dan dalam pengawasan DPD KAI.” Jelasnya.

Terkait biaya, ia menjelaskan untuk pendidikan dasar 5,8 jt, dan ujian 3 jt jadi totalnya 8,8 jt per peserta.

Baca juga :  Update Peta Sebaran COVID-19 Surabaya 24 Mei 2020: Pasien Positif Tembus 1.975 Orang

abr (nawacitapost, kalimantan barat)

Djanggu berharap, peserta tidak berhenti sampai pada pendidikan dasar saja, tapi melajukan ketahap berikutnya, “Saya berharap peserta tidak berhenti sampai disini, tapi melanjutkan ketahap berikutnya.” Harapnya.

Mawardi dalam kata sambutannya menegaskan bahwa, profesi advokat sangatlah urgen, “Profesi Advokat sangatlah urgen dan penting, di negara maju saja profesi advokat masih diperlukan, apalagi kita negara yang sedang berkembang.” Tegasnya.

Mengingat penting dan urgen maka, menurut Mawardi keterampilan sebagai Advokat perlu selalu diasah agar lebih mantap.(abr)

Comments are closed.