Coffee Toffee kembali selenggarakan Audisi Silver Barista, dan Battle Latte Art

6
303
Surabaya, NAWACITA - Barista adalah orang yang ‘bertugas’ membuat dan menyajikan kopi dengan pelbagai macam metode pembuatannya. Namun, lebih dari itu, barista ternyata juga dituntut untuk komunikatif dan memiliki pengetahuan lebih tentang kopi.
Coffee Toffee kembali selenggarakan Audisi Silver Barista, dan Battle Latte Art

Surabaya, NAWACITA – Barista adalah orang yang ‘bertugas’ membuat dan menyajikan kopi dengan pelbagai macam metode pembuatannya. Namun, lebih dari itu, barista ternyata juga dituntut untuk komunikatif dan memiliki pengetahuan lebih tentang kopi.

Peran barista, tentu menjadi poin penting dalam perkembangan bisnis kopi di Indonesia. Maka, untuk memaksimalkan hal tersebut, Coffee Toffee sebagai jaringan coffee shop lokal terbesar di Indonesia menggelar Audisi Silver Barista 2019.

Baca Juga: Tiga Penghargaan Peternakan Tingkat Nasional Dianugerahkan Kepada Provinsi Jawa Timur

Audisi Silver Barista yang diselenggarakan di Coffee Toffe Jatim Expo International, Jalan Ahmad Yani nomor 99, Surabaya, pada Kamis, 12 Desember 2019, ini merupakan tahapan bagi Barista yang ingin meningkatkan level ketrampilan dan keahliannya.

Rangkaian acara ini diadakan secara terbuka. Semakin tahun peserta yang mendaftar semakin bertambah, tahun ini total mencapai 40an barista penggiat latte art dan Silver Barista.

Nantinya, kesuluruh barista tersebut, akan mendapatkan penilaian objektif oleh sejumlah juri yang telah berpengalaman dalam dunia kopi dan penjurian di kompetisi serupa dalam skala nasional.

Managing Director Coffee Toffee, Odi Anindito, mengatakan digelarnya audisi ini, bertujan untuk menciptakan barista yang menguasai skill penyajian kopi dengan level internasional.

“Tujuannya menciptakan atau menelurkan sorang barista dengan level skill tertentu, yang kopi bikinannya sudah terjamin enak dan sesuai dengan standart IBC (Indonesia Baarista Championship),” kata Odi Anindito.

Dalam gelarannya yang ke-delapan ini, Audisi Silver Barista, menuntut setiap pesertanya untuk membuat kopi espresso dan cappuccino. Tak hanya itu, mereka juga wajib menciptakan menu baru hasil kreasinya sendiri, atau disebut sebagai menu Signature Coffee.

Baca Juga: Gagas Kebersamaan dalam Keberagaman, Sally Azaria: Cegah Celah Konflik di Masyarakat

Menurutnya, kualitas seorang barista dalam audisi ini akan diukur dari bagaimana ia menyajikan kopi. Dari aroma, karakter rasa yang dikeluarkan, dan dari kelembutan foam susu (velvet foam), yang bahkan diibaratkannya bisa selembut sutra.

“Seorang barista akan diniali dari bagaimana ia menyajikan kopinya, tapi intinya yaitu tentang bagaimana barista ini membuat penikmat kopinya menjadi antusias,” kata Odi Anindito.

Tak hanya itu, yang lebih teknis, selama proses persiapan dan penyajian kopi berlangsung, para barista itu juga akan dinilai ketepatan menggunakan alat, kerapian penyajian serta kebersihan mesin kopi dan tempat penyajian.

Odi Anindito juga mengaku senang, lantaran konsep Audisi Silver Barista yang diinisiasi pihaknya ini, kemudian mendapat dukungan oleh coffee shop lain. Ia menyebut, yang terpenting dari dunia kopi adalah sistem kalibrasi.

BNW (Nawacitapost, Jawa Timur)

Comments are closed.