11 Dokter Ahli, Tangani Bayi Penderita Hydrocephalus

4
329
Surabaya, NAWACITA – Terkait pengobatan bayi Muhammad Pandu, RS dr. Soetomo akan berupaya semaksimal mungkinsesuai dengan yang dikehendaki atau didisposisikan oleh ibu Gubernur, papar Dr. Joni Wahyuhadi dr., SpBS(K) Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD dr. Soetomo Surabaya saat wawancara khusus dengan media di ruang Instalasi PKRS Humas RSUD dr. Soetomo. (Senin, 9/12/2019).
11 Dokter Ahli, Tangani Bayi Penderita Hydrocephalus

Surabaya, NAWACITA – Terkait pengobatan bayi Muhammad Pandu, RS dr. Soetomo akan berupaya semaksimal mungkinsesuai dengan yang dikehendaki atau didisposisikan oleh ibu Gubernur, papar Dr. Joni Wahyuhadi dr., SpBS(K) Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD dr. Soetomo Surabaya saat wawancara khusus dengan media di ruang Instalasi PKRS Humas RSUD dr. Soetomo. (Senin, 9/12/2019).

Baca Juga: Diusir dari Rumah Warisan, Tiga Anak Tuntut Hak ke Mantan Ibu Tiri

Terkait perawatan, dokter ahli bedah saraf ini mengatakan harus dilakukan step by step, tidak bisa dilakukan sekaligus, ujarnya sambil memperkenalkan tim klanivasia yang terdiri dari 11 dokter berbagai keahlian yang turut merawat bayi Pandu. Antara lain : Magda R. Hutagalung, dr., SpBP-RE(KKF) dokter ahli bedah plastik, Dr. Wihasto Suryaningtyas, dr., SpBS dokter ahli bedah syaraf anak, Bambang Pujo Semedi, dr. SpAn.KIC dan Mira Irmawati, dr., SpA(K) dokter spesialis anak, Pesta Parulian Maurid Edwar, dr., SpAn.KIC sebagai humas, Juga Lobredia Zarasade, dr., SpBP-RE(KKF) yang tidak dapat hadir saat itu.

Untuk pembiayaan, dr. Joni menjelaskan bahwa Ibu dari Muhammad Pandu, Dina Oktavia adalah peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) di Surabaya, maka biaya akan tetap dari BPJS, namun apabila tidak cukup akan dibantu oleh pihak Pemprov Jatim.

” Biayanya cukup besar karena harus ditangani berseri-seri,” ujarnya.

Kasus hydrocephalus ini ndak terlalu banyak terjadi dan secara teori penyebabnya bermacam-macam tapi pasti yang terjadi adalah Intra uterin sejak dalam kandungan, papar dr. Joni.

Selain itu, bayi pandu juga mengalami sumbing wajah. Ia memiliki rongga hingga empat sentimeter pada bagian atas bibir yang dekat dengan area hidungnya.

Apa yang sudah dan akan dilakukan ?

dr. Wihasto menjelaskan tindakan pertama yang sudah dilakukan yaitu pemasangan selang pada kepala yang bertujuan untuk mengurangi tekanan dan cairan yang ada diotaknya. Setelah itu akan secara intensif ditangani oleh dokter ahli bedah plastik.

Sebagai ahli bedah plastik dokter Magda akan melakukan rekontruksi jaringan lunaknya terlebih dahulu untuk operasi sumbing wajah. Sebelumnya, tim akan melakukan persiapan dengan mempersempit celahnya yang lebar dan setelah 1 atau 2 bulan akan dilakukan rekontruksi. Setelah sang bayi beranjak besar sekitar usia 9 tahunan kita akan evaluasi dan bila diperlukan akan kita rekontruksi tulang wajahnya.

“Proses ini akan panjang, mungkin sampai anak berusia 17 tahun. Kalau sekarang baru showcase nya yang kita tangani,” ujarnya.

Dalam hal gizi, dr. Mira bersama tim akan rutin mengawasi pertumbuhan dan perkembangan bayi Pandu.

” Meskipun ada pengobatan khusus di wajah, namun dari berat dan panjang badan maupun lingkar kepala harus mendapat perhatian secara berkala,” papar dr. Mira.

Kemudian Nutrisinya harus diawasi supaya tidak kekurangan untuk mendukung pertumbuhan yang tetap optimal.

“Dari semuanya, yang penting Gizinya harus terjaga. Jangan sampai ada gangguan gizi dan pengobatan menjadi terganggu,” sela dr. Joni.

Baca Juga: Kunjungi Pahlawan Ekonomi, Menteri PPPA Dorong Perempuan Topang Ekonomi Keluarga

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Pandu Firmasnyah yang belum genap berusia 6 bulan mengidap hydrocephalus, Selain mengidap hydrocephalus, Pandu juga mengalami kerusakan pada wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung, dan kedua matanya.

Ibu dari bayi Pandu, Dina Oktavia, 21 tahun mengaku saat hamil 5 bulan pernah dua kali digigit tikus saat tinggal di kawasan Jojoran Surabaya.

Muhammad Pandu Firmasnyah lahir pada 8 Juni 2019 melalui operasi caesar di RSU dr Soetomo Surabaya. Dan hingga saat ini Pandu masih rutin kontrol ke RSU dr Soetomo.

Sementara melihat kondisi demikian, ayah dari bayi Pandu menghilang entah kemana.

Perhatian dan bantuan sudah banyak terlihat khususnya dari Pemprov Jawa Timur yang akan menanggung kekurangan biaya apabila nanti jatah dari BPJS telah habis.

BNW (Nawacitapost, Jawa Timur)

Comments are closed.