Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Mengeluh, Harga Mahal dan Distribusinya Amburadul

1
111
Gunungsitoli, NAWACITA - Walau HET (Harga Eceran Tertinggi) LPG 3 Kg Kota Gunungsitoli telah ditetapkan dengan besaran Rp. 28.000, namun masyarakat Gunungsitoli masih merasa HET tersebut tinggi.
Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Mengeluh, Harga Mahal dan Distribusinya Amburadul

Gunungsitoli, NAWACITA – Walau HET (Harga Eceran Tertinggi) LPG 3 Kg Kota Gunungsitoli telah ditetapkan dengan besaran Rp. 28.000, namun masyarakat Gunungsitoli masih merasa HET tersebut tinggi. Ditambah dengan proses manajemen distribusi yang masih amburadul dan penerapan aturan agen yang tidak konsisten.

Seperti diungkap oleh salah satu pemilik dari beberapa pangkalan LPG 3 Kg di Kota Gunungsitoli yang tidak mau namanya dimuat kepada Tim Nawacita pada hari Kamis, 05 Desember 2019, “Jika dibandingkan dengan HET LPG 3 Kg Propinsi Sumatera Utara dikisaran Rp. 16.000 hingga Rp. 18.000, selisihnya sangat tinggi dengan HET daerah Kab/Kota”. Ditambahkannya, bahwa seharusnya untuk wilayah operasional Kep. Nias ada subsidi transportasi, seperti wilayah operasional lainnya. “Seharusnya ada subsidi transportasi dari Pertamina wilayah operasional Kep. Nias dan wajib diketahui Pemerintah Daerah setempat untuk membantu penentuan HET bersama dengan Agen dan Pangkalan”.

Baca Juga: Politisi PDI Perjuangan, Yanto, Resmi dilantik jadi Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli

Berdasarkan pantuan Nawacitapost di pangkalan, selain HET yang masih tinggi bagi masyarakat Pra Sejahtera, manajemen distribusi juga masih terlihat amburadul dan terkesan sesuka hati agen penyalur. Diwaktu tertentu, masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg di pangkalan.

Menurut pemilik pangkalan “Benar bahwa kami dipangkalan jadi sasaran kekesalan masyarakat ketika tidak ada tabung di pangkalan. bahkan sering kali tabung dikembalikan karena bocor”. Terkait manajemen distribusi yang masih amburadul, ini merupakan dampak dari perjalanan distribusi yang agak panjang dari Depot/SPBG yang berlokasi di luar Pulau Nias, yang mana harus menyebrang lautan satu malam. “Ditambah Saat ini, kami di pangkalan tak diberi kesempatan untuk klaim atas tabung yang bocor kepada agen, yang sebelumnya dapat kami ajukan klaim. Pola ini membebani kami sebagai pelaku ekonomi, untungnya kecil “.

Baca Juga: Dana Desa jadi Dana Dosa, Tolonglah Pak Jokowi

Salah satu warga pengguna LPG 3 Yaman Z, berharap Pemerintah baik di tingkat Daerah maupun Pusat dapat memperhatikan keluhan masyarakat ini. “Tingkat pendapatan kami sangat kecil, ditambah dengan beban pembelian LPG 3 Kg, sangat membebani” ungkap warga tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, Nawacitapost masih menunggu konfirmasi dan klarifikasi agen penyalur.

Alexius Telaumbanua (Nawacitapost, Gunungsitoli)