Yayasan Budha Tzu Chi dan Babinsa TNI, Bangun Jembatan Gantung di Sungai Aramo

2
198
Nias Selatan, NAWACITA – Yayasan Budha Tzu Chi dan Babinsa TNI, Bangun Jembatan Gantung di Sungai Aramo, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan.
Yayasan Budha Tzu Chi dan Babinsa TNI, Bangun Jembatan Gantung di Sungai Aramo

Nias Selatan, NAWACITA – Yayasan Budha Tzu Chi dan Babinsa TNI, Bangun Jembatan Gantung di Sungai Aramo, Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan. Pembangunan jembatan sungai Aramo ini diawali dengan adanya informasi kebutuhan masyarakat setempat akan sebuah jembatan penghubung ke 4 desa menuju wilayah Kecamatan Susua. Sebab, banyak masyarakat mengeluhkan keberadaan sungai Aramo yang sudah banyak menelan korban jiwa.

Baca Juga: Kado Natal Pemda Nias Selatan untuk Masyarakat Ori Uluneho

Sebagaimana disampaikan oleh Camat Aramo, Sozisokhi Laia, kepada nawacitapost, informasi ini akhirnya menjadi viral setelah crew DAAI TV pada bulan Maret 2019 yang lalu, menayangkan situasi sungai Aramo di channel TV. (3/12/2019).

Kebutuhan jembatan di sungai Aramo mendapat banyak perhatian. Tidak terkecuali dengan Kodam I BB Sumut yang secara internal turut membahas solusi atas hal ini. Keprihatinan ini muncul, karena selain satu-satunya akses jalan warga, juga karena setiap harinya siswa-siswi sekolah melewatinya.

Laia juga menjelaskan secara singkat, bahwa pembangunan jembatan gantung sungai Aramo ini, berawal dari kedatangan Yayasan Budha Tzu Chi di Nias Selatan yang disambut oleh Bupati Nias Selatan Hilaris Duha.

Yayasan Budha Tzu Chi meminta kepada Bupati Nias Selatan untuk merekomendasikan skala prioritas rencana pembangunan jembatan gantung yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam pertemuan itu, akhirnya Bupati Nias Selatan menyebut pembangunan jembatan Aramo dalam skala prioritas.

Akhirnya, dalam kesempatan yang sama, Bupati Nias Selatan memberikan petunjuk kepada camat dan staf PUPR Kabupaten Nias Selatan, untuk mendampingi Tim dari Yayasan Budha Tzu Chi untuk melakukna suvey lokasi pembangunan jembatan di sungai aramo. Usai survey, Tim Yayasan Budha Tzu Chi akhirnya mendukung bila pembangunan jembatan gantung tersebut di sungai Aramo.

Baca Juga: Anggota DPRD Nisel dari Fraksi Nasdem, Gelar Reses ke-I di 2 Desa

Tiga bulan kemudian, tepatnya hari Rabu, 12 Juni  2019, Kodam I/BB 023/KS Kol. Inf. Tri Saktiyono bersama Kodim Nias, Lanal Nias, Kapolres Nias Selatan dan Konsultan dari Bandung (Suntana), melaksanakan peninjauan langsung di lokasi pembangunan jembatan. Kehadiran mereka disambut oleh Camat Aramo, Sozisokhi Laia bersama tokoh masyarakat dan para kepala desa. Usai pertemuan maka lansung peninjauan lokasi, dan besok harinya pembersihan lokasi  dan pematokan. Sehari sesudahnya, dilaksanakan pembersihan lokasi dan pematokan oleh Tim.

Pada tanggal 16  Juni 2019, oleh Tim dari Kodim Nias melaksanakan sosialisasi tahapan dan pola pengerjaan jembatan. Babinsa juga memberi pemahamaan kepada masyarakat pemanfaat, khususnya 4 desa, bahwa kegiatan ini adalah bukanlah proyek, melainkan bentuk bantuan langsung TNI kepada masyarakat dalam rangka menyambut Hari TNI.

Untuk menyukseskan dan melakukan percepatan penyelesaian jembatan ini, Camat Aramo bersama Babinsa Aramo mengajak masing-masing kepala desa dan warganya untuk ikut serta bergotongroyong. Setidaknya, dibutuhkan 80 orang perhari selama proses pengerjaan jembatan berlangsung. Ini ditandai dengan partisipasi kehadiran masyarakat dari 4 desa penerima manfaat.

Sumber dana pembangunan jembatan ini berasal dari berbagai pihak, baik dalam maupun  luar negeri. Salah satunya penyandang bantuan dana adalah Yayasan Budha Tzu Chi Jakarta. Sementara, TNI menyediakan bahan material berupa Besi Baja, Tiang Pondasi, Tali Sling, lantai plat baja dan semen. Bahan material local, berupa pasir, batu, Krekel, batu sertu dan papan/kayu serta tenaga kerja adalah swadaya masyarakat setempat.

Comments are closed.