Sihar P. Sitorus Berharap Pengelolaan SDA dan Pertanian Sumut Diberdayakan dengan Baik

2
230
Mengenai Sumber Daya Alam Sumut dan Rencana Kerja Tahun 2020 BRI, Sihar berharap ada inisiasi dari bank tersebut mengenai pengelolaan bahan baku di Sumut menjadi bahan jadi atau siap pakai
Sihar P. Sitorus Berharap Pengelolaan SDA dan Pertanian Sumut Diberdayakan dengan Baik

Jakarta, NAWACITA –  Disela – sela acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di ruang rapat Komisi XI Gedung Nusantara I DPR RI, Rabu, 27 November 2019, Sihar PH Sitorus, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan mengungkapkan harapannya dalam pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pertanian di Sumatera Utara dapat diberdayakan dengan baik.

Menurut Sihar, hasil alam dan pertanian Sumut melimpah, hanya saja bahan-bahan tersebut dapat diolah sebatas bahan baku.

“Bagaimana konstituen kami ini dapat mengambil bola karena khusus Sumatera Utara banyak sekali Sumber Daya Alam, hasil pertanian hanya berhenti pada bahan baku (bahan baku) padahal kompilasi digabungkan maka akan membawa kita satu langkah lebih jauh,” ujar Sihar.

Baca Juga: Sah, 3 Pimpinan DPRD Kabupaten Nias Dilantik

Hal ini terkait dengan pemaparan BRI tentang fokus penyaluran kredit per segmen pada UMKM. Komposisi segmen UMKM yang terus meningkat, pada tahun 2018 sebesar 273 Triliun disalurkan untuk keperluan mikro, 130 Triliun untuk konsumer, 222,2 Triliun untuk ritel komersial, 18,4 Triliun untuk sektor komersial, 91, 3% untuk Korporasi, dan 106 Triliun untuk BUMN.

RDP dimulai dengan proyeksi dan diumumkan pada tahun 2020 dengan mengangkat berbagai isu di antarnya adalah perang perdagangan, tren penurunan suku bunga, volatilitas harga komoditas dan juga likuiditas masih menjadi isu utama yang mempengerahi ekonomi global saat ini. BRI memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,10% -5,35%, rasio 3,10% -3,60%, dan nilai tukar 14.200-14.600. Untuk penyaluran kredit per sektor masih oleh sektor Perdagangan, Restoran, Hotel sebesar 33, 6% Pertanian sebesar 12,1% dan Perindustrian sebesar 9,4%.

Penyaluran Kredit Bersubsidi atau Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI telah menyalurkan KUR dari Agustus 2015-Oktober 2019 ke lebih dari 16,47 juta debitur dan plafond sebesar 318,7 Triliun. Realisasi KUR hingga Oktober 2019 sebesar 94,7 Triliun dengan debitur 3,9 juta orang. Untuk Rencana Kerja di Tahun 2020 BRI meningkatkan kinerja perusahaan melalui digitalisasi, Peningkatan produktivitas, dan mendorong UMKM.

Baca Juga: Menkumham RI Prof. Yasonna, Membuka secara Resmi Rapat Pembahasan Prolegnas

Merujuk pada pemaparan BRI tentang Rencana Kerja Tahun 2020 khusus terkait digitalisasi, Sihar mengapresiasi langkah yang akan dilakukan oleh Bank BRI, khususnya terkait digitalisasi yang akan dilakukan oleh BRI. Namun melihat data makro Sihar meragukan Rencana Kerja Bank BRI 2020, karena penyaluran kredit masih dipertanyakan oleh faktor konsumtif seperti perdagangan, restoran, dan hotel. Sihar mempertanyakan bagaimana meningkatkan pertumbuhan di level mikro tetapi indikator makro masih lemah.

“Bagaimana meningkatkan pertumbuhan di level mikro tetapi indikator makro masih lemah?”, Ujar Sihar.

Terkait dengan pemaparannya mengenai Sumber Daya Alam Sumut dan Rencana Kerja Tahun 2020 BRI, Sihar berharap ada inisiasi dari bank tersebut mengenai pengelolaan bahan baku di Sumut menjadi bahan jadi atau siap pakai.

Alexius Telaumbanua (Nawacitapost, Gunungsitoli)

Comments are closed.