Dua Perusahaan di Kabupaten Simalungun Terindikasi Lakukan Pencemaran Lingkungan

3
683

Medan,NAWACITA- Dua perusahaan, yakni  CV. Sinar Tarera  Simalungun  dan PT Japfa Comfeed diduga telah melakukan pencemaran lingkungan. CV Sinar Tarera mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Irigasi Java Kolonisasi di desa Bah Gunung dan PT. Japfa Comfeed Indonesia tbk telah mencemari aliran sungai tapak kuda.

Dugaan itu diungkap oleh  Ketua Advokat Bersatu Perkumpulan Hukum Lingkungan Hidup dan Pertambangan Nasional (PHLHPN) Sumatera Utara, Nurmala C. Ginting, SH. Menurut Nurmala, pelanggaran mereka merujuk pada  ketentuan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Nurmala mengaku telah mengirim surat somasi kepada PKS CV. Sinar Tanera Kecamatan Bandar Hulu dan PT. Japfa Comfeed Indonesia tbk kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.  Selain dugaan pencemaran lingkungan hidup, keduanya jugadiduga telah mencemari udara dengan menimbulkan bau busuk serta membuat jalan rusak karena truk membawa muatan yang melebihi kekuatan jalan.

Dampak primer dari kerusakan fisik mampu merusak berbagai jenis struktur yaitu jalan, jembatan, mobil, bangunan, sistem bawah tanah dan kanal dan dampak sekunder yaitu persediaan air bersih karena air telah terkontaminasi limbah cair dan limbah B3, air bersih mulai langka, kondisi yang tidak higienis menyebabkan timbulnya penyakit yang disebabkan air tesebut.

Kedua perusahaan itu diduga telah melanggar pasal 98 UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berbunyi :“Setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampaui baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dapat di pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah)”.

“Perbuatan pembuangan limbah ke sungai oleh kedua perusahaan tersebut terus-menerus dilakukan. Apabila somasi pertama dari kami tidak diindahkan, kami akan melayangkan somasi ke 2. Jika somasi kedua tidak diindahkan juga, kami akan membawanya ke jalur hukum,”pungkas Nurmala. (Herman A. Ndruru,Sumatera Utara)

 

 

Comments are closed.