Pada realisasi dan fakta di lapangan pelaksanaan infrastruktur tersebut, rawan akan adanya dugaan penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Infrastruktur
Dana Kelurahan Diduga Rawan Penyimpangan

Lampung, NAWACITA – Pelaksanaan proyek Infrastruktur Dana desa hampir keseluruhannya merata diterima disetiap desa-desa. Kendatipun demikian bagi status Kota Madya juga diberikan bantuan oleh pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU).
Di Bandar Lampung dengan jumlah 126 Kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan menerima dana tersebut, sebesar 300 Jt sampai dengan 350 jt ditahun 2019 yang hampir keseluruhannya 80 % diperuntukan untuk pekerjaan infrastruktur fisik, seperti pasangan paving blok, pembuatan Drainase, gorong-gorong dan sisanya diperuntukan untuk pelaksanaan non fisik.

Baca Juga: Peringati HUT KORPI ke-48, Pemkot Lampung Adakan Berbagai Kegiatan Sosial

Pada realisasi dan fakta di lapangan pelaksanaan infrastruktur tersebut, rawan akan adanya dugaan penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Infrastruktur, dimulai dari perencanaan, penyimpangan speksifikasi yang tidak sesuai dengan peraturan Kementerian PUPR, maupun kurangnya volume disetiap item-item pekerjaan.

Ambil saja sebagai contoh, ketika Tim turun di lapangan tepatnya di Kelurahan Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut pada kenyataannya diduga terjadi penyimpangan pada pelaksanaan pekerjaan drainase atau Siring.

Disinyalir penyimpangan tersebut terletak pada bahan material yang digunakan, yang seharusnya menggunakan bahan material batu belah hitam, nyatanya di lapangan menggunakan batu belah putih, jika hal ini terus menerus terjadi akan mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan.

Baca Juga: Dugaan Pungli Terjadi Di SD dan SMP Bandar Lampung

Dilain sisi Dewan Direktur Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM), ASHARI HERMANSYAH mengatakan “meminta kepada Inspektorat maupun BPKP untuk lakukan Audit, baik pemeriksaan pelaksanaan hasil pekerjaan maupun Anggaran yang telah digunakan, jika nantinya hasil audit ditemukan adanya dugaan yang mengandung unsur-unsur hal merugikan negara yang notabennya bisa dikatakan mengandung unsur perbuatan tindakan korupsi, harus segera diproses secara hukum dan mengembalikan uang Negara tersebut kepadan negara, dan perlu dilakukan audit diseluruh kelurahan.tegasnya (Kamis, 21/11/3019).

Baca juga :  Musnahkan Barang Bukti Dikantor LAM, Kapolda Riau Ajak Semua Pihak Berantas Narkoba

Saat dikonfirmasi, Lurah Way Kandis Rizkar Rais, mengatakan pelaksanaan kegiatan ditempatkan di 7 titik, rata-rata pekerjaan Drainase dan gorong, sementara Di RT.04 dan RT.03 pekerjaan Pasangan paving blok, ujarnya (Rabu,20/11/2019)

Rizkar Rais, menambahkan  bahwa bukan hanya di Way Kandis saja yang menggunakan batu belah putih, hampir seluruhnya menggunakan batu belah putih, ujarnya.

Ashari Hermasnsyah (Nawacitapost, Lampung)