Pemdes Sui Raya Dalam, Sisihkan APBDes-nya Sosialisasi Bahaya Narkoba

6
88
elihat persoalan narkoba semakin membahayakan, Pemeritah Desa Sui.Raya Dalam Kec. Sui.Raya, Kab. Kubu Raya menyisihkan dari APBDes nya untuk ikut mensosialisasikan terkait berbahayanya penyalahgunaan narkoba
Pemdes Sui Raya Dalam, Sisihkan APBDes-nya Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kubu Raya, NAWACITA – Melihat persoalan narkoba semakin membahayakan, Pemerintah Desa Sui Raya Dalam, Kecamatan Sui Raya, Kab. Kubu Raya menyisihkan dari APBDes nya untuk ikut mensosialisasikan terkait berbahayanya penyalahgunaan narkoba.

“Karena narkoba ini sudah saya anggap kasusnya luar biasa dan sesuai dengan kesepakatan Pemdes se Kab.Kubu Raya kita sisihkan anggaran untuk itu.” Demikian dijelaskan Kades Sui Raya Dalam Khairil Anwar, SH., kepada nawacitapost selepas Acara sosialisasi narkoba di Hotel Harmonny Sabtu 16/11.

Baca Juga: Bangkitkan Semangat Pancasila di Bumi Khatulistiwa, BPIP Adakan Dialog

Kades berharap lewat kegiatan yang dilaksanakan, minimal penyalahgunaan narkoba bisa dikurangi, “Menghapus sama sekali kita tidak bisa, itu wilayahnya BNN, mereka yang lebih paham.” Ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau kepada Para Kepala Dusun dan RT, agar memantau warganya, “Jangan sampai warga kita menjadi pemakai narkoba.” Tegasnya.

Kedepan menurut Kades, sosialisasi Terkait berbahaya narkoba, juga akan dilakukan ke sekolah-sekolah. Mengingat anak sekolah dan remaja sangat rentan penyalahgunaan narkoba.

Selain itu ia juga berencana akan membentuk kader-kader anti narkoba dari kalangan remaja untuk ikut mensosialisasikan betapa berbahayanya narkoba.

Di tempat yang sama Kepala BNN Kubu Raya Rudolf Manimbun berharap agar selalu masyarakat ikut aktif melawan narkoba. Ia sangat mengapresiasi program Pemdes Kubu Raya yang bersedia menyisihkan APBDesnya ikut mengkampanyekan bahaya narkoba lewat program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba).

Menurut Rudolf, untuk memutus jaringan sendikat pengedar narkoba, perlu memutuskan permintaan terlebih dahulu, “Permintaan yang perlu kita putus, kalau sudah tidak ada permintaan, maka tidak ada lagi penawaran.” Jelasnya.

Kun (Nawacitapost, Kalimantan Barat)

Comments are closed.