Jembatan Penghubung 4 Desa di Inhil Butuh Perhatian Serius

2
163

Inhil, NAWACITA – Pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinilai tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat Dusun Tuah, Desa Keritang, Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil, Riau.

Baca Juga: H.Junaidi dan Ketua PBSI Melepas 11 Atlet Bulutangkis

Pantauan Nawacitapost di Dusun Tuah, Desa Keritang Kecamatan kemuning, ada jembatan Lintas Jalai sepanjang 70 meter dengan lebar 4 meter untuk penghubung 4 desa yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jika jembatan ini tidak segera dibangun dan dipastikan  akan memakan korban jiwa.

Jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Selama ini, masyarakat bergotong-royong melakukan perawatan Jembatan ini. Namun 5 tahun belakangan ini masyarakat mulai kewalahan melakukan perawatan sebab sebagian bahan Jembatan berbahan Kayu itu sudah lapuk/busuk dan keropos dimakan usia.

Menurut warga sekitar, jembatan tersebut merupakan jalan satu-satunya bagi masyarakat. Sehingga para petani selalu mengeluh dikarenakan hasil kebun mereka tidak dapat diangkut menggunakan mobil. Terpaksa mengeluarkan biaya tambahan agar hasil kebun mereka bisa diangkut truck dengan cara dilangsir menggunakan sepeda motor.

“Ya jembatan jalai ini merupakan jembatan yang menghubungkan 4 desa, yaitu Desa Keritang, Desa Sekayan, Desa Petalongan dan Desa Sencalang,” jelas Efendi.

Efendi menjelaskan lagi, saking vitalnya jembatan ini, membuat  masyarakat di Desa Sekayan, tepatnya di Dusun Lemang, harus melintasi jembatan sebelum mencapai SD, SMP dan SMA.

Kepala Desa Keritang, Nazarudin, mengakui masalah jembatan tersebut merupakan wewenang pemerintah kabupaten. “Berkali-kali telah kami usulkan ke kabupaten supaya Jembatan Jalai bisa dibangun sesuai fungsinya. Namun, hingga saat ini belum terealisasi,” kata Nazarudin singkat.

Yul (Nawacitapost, Riau)

Comments are closed.