Disperindag Nisel Ajukan Program Pengawasan Pupuk Subsidi dan Penataan Pasar Jepang dan Korea

5
214
Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama komisi II DPRD Nisel membahas Ranperda tentang APBD TA. 2020 yang digelar Ruang rapat perkomisi DPRD Nisel
Disperindag Nisel Ajukan Program Pengawasan Pupuk Subsidi dan Penataan Pasar Jepang dan Korea

Teluk Dalam, NAWACITA  – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bersama komisi II DPRD Nisel membahas Ranperda tentang APBD TA. 2020 yang digelar Ruang rapat perkomisi DPRD Nisel, Jalan Saonigeho Km. 3 Teluk dalam, Rabu (13/11/2019).

Baca Juga: Fraksi PAN-PSI Nisel, Miliki 3 Program Prioritas di Tahun 2020, Salah Satunya Bandara Silambo

Ketua Komisi 2 DPRD Nisel, Asazatulo Giawa yang didampingi oleh Sekretaris Komisi 2, Kristian Laia, S. Kep. NS, Sekwan Firman Giawa, SH.,MH dan Kadis Perindag Martin Ley menyampaikan bahwa pelaksanaan pembahasan Ranperda bersama Disperindag telah terlaksana dengan baik dan memunculkan beberapa program unggulan untuk TA. 2020, Ucap Ketua Komisi 2 itu saat konferensi Pers di Media Center DPRD Nisel, (13/11/2019).

Dalam Konferensi tersebut, Ketua Komisi 2 DPRD Nisel, Asazatulo Giawa menyebutkan bahwa program unggulan tersebut, diantaranya memonitoring dan mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi, membuat dan mendata laporan harga informasi pasar, sebut Giawa.

Selanjutnya, memonitoring dan mengawasi makanan dan minuman kadaluwarsa, memonitoring dan mengevaluasi pengembangan industri kecil dan menengah, serta memfasilitasi bantuan informasi pasar, promosi dan anggaran IKN dan peningkatan kwalitas produk – produk makanan ringan untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan.

Selain itu juga, Disperindag juga memprogramkan pembuatan data teknis dan data pendukung sarana dan prasarana serta pembuatan akte masalah lokasi pasar, dan penertiban pedagang kaki lima.

Menanggapi hal itu, Kadis Perindag Martin Ley membenarkan bahwa rapat kerja pembahasan Ranperda bersama komisi 2, pihaknya mengajukan beberapa program itu untuk anggaran 2020.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2020, Disperindag mendapat dana luncuran dari kementerian perdagangan untuk pembangunan pasar sebesar Rp. 3,5 M, dan itu sudah masuk didata Krisna, ucap Martin.

Sementara target disperindag 2020 menata pasar Jepang dan Korea agar pedagang kaki lima bisa berjualan kedalam pasar tersebut.

Riswan Gowasa (Nawacitapost, Kabupaten Nias Selatan)

Comments are closed.