Serda Iman Berkat Gea Meninggal, Terdapat Bekas Luka Tusukan di Leher

3
2622
Serda Iman Berkat Gea seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS, meninggal dunia ketika mengikuti latihan bela diri Tarung Derajat di lapangan bola markas Yonif 122 TS,di Dolok Masihul
Serda Iman Berkat Gea Meninggal, Terdapat Bekas Luka Tusukan di Leher

Nias, NAWACITA –  Serda Iman Berkat Gea seorang prajurit TNI AD yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS, meninggal dunia ketika mengikuti latihan bela diri Tarung Derajat di lapangan bola markas Yonif 122 TS, di Dolok Masihul,Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut. (Senin, 4 Nov 2019).

Baca Juga: William Aditya, Politisi Milenial yang Tidak Kenal Takut

Serda IBG meninggal saat melakukan Sparing Bela Diri dengan Pratu AR. Saat dilakukannya Latihan Bela Diri jam menunjukan pukul 17.15 WIB, Serda IBG terkena tendangan dibagian dada sebelah kiri dan terjatuh. Dia sempat bangkit,namun terjatuh lagi dan tak sadarkan diri.

Bagian Kesehatan Kompi, bertindak langsung untuk membawa Serda Berkat Gea ke Klinik Buah Hati di Dolok Masihul. Hingga pada pukul 18.00 WiB, Serda Berkat dinyatakan Meninggal Dunia.

Dalam Kejadian yang menimpa Serda Berkat Gea kemudian viral di media sosial dalam beberapa unggahan foto Serda Berkat Gea dan ucapan Turut Berduka Cita dari berbagai kalangan Masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa adanya rasa simpatik masyarakat atas meninggalnya Putra Asal Nias yang baru 2 Tahun mengabdi untuk Negara Indonesia.

Selanjutnya, Sabtu (05/11/2019) kedatangan Jenazah Serda Iman Berkat Gea yang didampingi langsung oleh Danyon 122 bersama rombongan tiba di bandara Binaka-Gunungsitoli, Sumatera Utara yang disambut dengan isak tangis yang histeris dari Pihak Keluarga dan Masyarakat.

Rumah Duka Serda Iman Berkat Gea yang  tidak jauh dari Bandara Binaka di desa Binaka Kec. Gunungsitoli Idanoi sudah  langsung dipenuhi oleh Masyarakat Setempat dan Kerabatnya saat peti Jenazah Korban tiba. Sementara itu, ayah serda IBG, Alisokhi Gea mengatakan sangat terpukul atas musibah naas yang dialami oleh anaknya itu. Terangnya

Ayah korban kembali menjelaskan bahwa Serda IBG adalah Anak Pertama dari 7 Bersaudara. Dia memiliki Empat anak perempuan dan tiga anak Laki-Laki. Serda IBG adalah Tulang Punggung dalam Keluarganya.

Baca Juga: BKD Kabupaten Nias : Formasi Penerimaan CPNS tahun 2019 hanya 227 Orang

Dari informasi yang beredar bahwa adanya kejanggalan pada kematian Serda IBG yaitu saat Jenazah Serda IBG sampai dirumah duka Ibu korban pada malam harinya bermimpi bahwa dia berjumpa dengan anaknya dengan tertawa dan korban mengatakan kepada ibunya “Ma, tolong lihat badanku” tentunya ibu korban penasaran dengan petunjuk dalam mimpi itu.

Luka bekas tusukan benda tajam di leher Serda Iman Berkat Gea

Esok harinya ibu korban pun membuka Kain Kafan (Kain Putih) yang digunakan sebagai petutup tubuh jenazah. Derai air mata ibu korban saat melihat tubuh anaknya terbujur kaku dalam peti. Ibu korban pun melihat pertama kalinya ada air mata korban dan ibu korban pun memanggil kepala desa setempat untuk menyaksikan apa yang terjadi pada korban.

Ternyata keluarga menemukan adanya jahitan luka yang terletak di bagian leher sebelah kiri dan terlihat masih Baru. Hingga adanya penemuan Baru di leher korban. Hari Kamis, 7/11/2019 pihak keluarga didampingi pengacara Yulius Laoli,SH.,MH sepakat untuk mendatangi Kantor Polisi Militer (PM) di kota gunungsitoli untuk menyampaikan pengaduan tentang apa yang telah mereka lihat ditubuh korban karna hasil Visum et repertum yang dijanjikan oleh petugas yang mengantar jenazah belum keluar.

Pemakaman Jenazah Alm Serda Iman Berkat Gea akhirnya ditunda, seperti terlihat pada tgl 7/11/2019. Jenazah Serda IBG dibawa ke RSU Gunungsitoli untuk dilakukannya Visum ulang. Semuanya ini dilakukan keluarga untuk mendapatkan keadilan dan menemukan titik terang dalam kasus yang menimpa Serda IBG.

Sisca Tel (Nawacitapost, Kabupaten Nias)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here