Klarifikasi Panitia Pembangunan Gereja BNKP Jemaat Awa’ai, Atas Pembuatan Rabat Beton

4
89
Perlu juga diketahui bahwa untuk nomenklatur jalan yang ada didepan gereja, kedepannya bukan lagi jalan umum, disana kita buat bentuk menara tempat lonceng Gereja serta Taman sehingga terlihat asri.
Klarifikasi Panitia Pembangunan Gereja BNKP Jemaat Awa'ai, Atas Pembuatan Rabat Beton

Nias Utara, NAWACITA – Sehubungan pemberitaan di salah satu media online terkait pembangunan rabat beton di dusun 2 Desa Hilimbosi, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Notatema Zega didampingi Ketua BPMJ Jemaat Awa’ai Soruduwa’a Zega, M.Pd, kepada awak media menjelaskan bahwa pemotongan jalan menuju Gereja adalah atas kesepakatan bersama ditandai dengan surat persetujuan dari pihak gereja, jelas Notatema.

Baca Juga: Pelaksanaan Bimtek Aplikasi admin PPID Kabupaten Nias Utara

Perlu juga diketahui bahwa untuk nomenklatur jalan yang ada didepan gereja, kedepannya bukan lagi jalan umum, disana kita buat bentuk menara tempat lonceng Gereja serta Taman sehingga terlihat asri.

Selanjutnya untuk pembangunan WC dan jalannya adalah bukan bagian dari anggaran pembangunan rabat beton, tapi itu inisiatif kami sebagai pelaksana kerja.

Untuk lokasi parkir kendaraan, kita tempatkan di tempat rumah Dinas Pendeta. Sementara rumah Dinas Pendeta yang sekarang, akan kita geser ke belakang, sehingga jalan terlihat mengelilingi gereja, terang Notatema.

“Kami sebagai panitia pembangunan gereja berterima kasih kepada pihak Pemerintah Perkim kabupaten Nias Utara karena kami mendapat anggaran untuk pembangunan infrastruktur dilingkungan gereja, sehingga manfaatnya dapat kami rasakan sebagai masyarakat” ujar Notatema.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perkim Nias Utara, Yulius Zai saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Jumat (8/11/19) menjelaskan bahwa untuk teknis pelaksanaan pembangunan, secara keseluruhan kita selalu melakukan pengawasan, keseriusan, dan kehati_hatian dalam bekerja, tegas Yulius.

Jadi terkait dengan pemotongan jalan menuju gereja, itu atas kesepakatan pihak warga Gereja. Jadi kita tidak sembarangan melakukan tindakan yang bertentangan dengan pedoman yang sudah disepakati. Apalagi zaman sekarang ini, banyak yang mengawasi kinerja pemerintah, termasuk awak media, rekan LSM, dan juga termasuk masyarakat; jadi kita juga berharap bagaimana daerah kita ini bisa terbangun dan berkembang.

“Kami juga dari pihak pemerintah selalu siap menjadi pelayan masyarakat dan siap menerima kritikan dan saran yang sifatnya membangun”, tegas Yulius.

Gazali Zega (Nawacitapost, Nias Utara)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here