Menkumham RI, Prof. Yasonna Laoly, Tandatangani Perjanjian Kerjasama (MoC) di Bidang Hukum dengan Laos

0
199

Jakarta, NAWACITA – Menindaklanjuti pertemuan terakhir Indonesia dan Laos dalam pertemuan bilateral di Vientiane pada acara ASEAN Law Ministers Meeting ke-10, pada tahun 2018. Hari ini, Menkumham RI, Prof. Yasonna Laoly akan menandatangani Memorandum of Cooperation antara Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Kementerian Kehakiman Republik Demokratik Rakyat Laos oleh Menteri Kehakiman Laos, Seysi Sevtihong.

Baca Juga: Sekjen Kemenkumham RI, Bambang RS : Prof. Yasonna, Anugerah untuk Kemenkumham RI

Penandatanganan MoC ini dilaksanakan di Lobby Gedung Ditjen AHU, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 4/10/2019.

Penandatanganan MoC ini dilaksanakan di Lobby Gedung Ditjen AHU, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 4/10/2019.
Perwakilan dari Kementrian dan Kehakiman Laos

Menkumham RI, Prof. Yasonna dalam sambutannya, menjelaskan bahwaMemorandum of Cooperation  ini, merupakan menjadi tonggak sejarah untuk kerjasama kita kedepannya. Terutama dalam hal joint capacity building, yang kemudia dapat diperluas ke bidang hukum lainnya, termasuk pengembangan sistem hukum, hak asasi manusia, institusi dan legislasi dalam rangka memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedua Negara.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Laos, telah terjalin sejak tanggal 30 Agustus 1975 dengan kantor yang dioperasikan dari Bangkok. Pada tahun 1962, hubungan kedua negara ditingkatkan pada tingkat kedutaan dan pada tahun 1965, Indonesia resmi membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Laos ini sudah berjalan sebelumnya dalam beberapa bidang sbb:

Bidang Politik

Kerja sama di bidang politik antara Indonesia dan Laos sangat kuat dan solid. Laos secara konsisten mendukung kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keeratan hubungan kedua negara terlihat dari meningkatknya frekuensi saling kunjung pejabat tinggi dari masing-masing negara dan saling dukung posisi dan pencalonan masing-masing negara pada berbagai forum internasional.

Pada saat Laos menjabat sebagai Chair ASEAN pada tahun 2016, Pemerintah Indonesia telah memberikan bantuan sebesar US$ 1 Juta untuk membantu lancarnya keketuaan Laos.

Pada tanggal 22 November 2008, Gong Perdamaian Dunia dipasang di area monumen Patouxay (Victory Gate) yang merupakan landmark utama kota Vientiane dalam suatu upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Laos saat itu,  Bounhang Vorachith, dan dihadiri petinggi pemerintah, pimpinan parlemen, korps diplomatik dan masyarakat luas.

Bidang Ekonomi

Hubungan ekonomi Indonesia dan Laos secara umum belum begitu berkembang, namun dewasa ini hubungan ekonomi antara kedua negara mulai meningkat. Keterbukaan masyarakat Laos akan informasi mengenai Indonesia dan tren pencarian pasar baru bagi pengusaha dari Indonesia di Laos telah menumbuhkan momentum peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Laos dengan melakukan berbagai upaya promosi di kedua negara.

Impor Laos dari Indonesia adalah kendaraan dan suku cadang, barang modal, alat-alat mesin, obat-obatan dan elektronik. Ekspor ke Indonesia berupa produk pertanian, herbal medicine, dan kerajinan. Perdagangan Indonesia-Laos umumnya dilakukan melalui negara ketiga yaitu Thailand dan Vietnam.

Total perdagangan Indonesia-Laos pada tahun 2016 tercatat sebesar US$ 10 Juta yang terdiri dari ekspor sebesar US$ 5.87 Juta dan impor sebesar US$ 4.197 Juta. Indonesia menikmati surplus sebesar US$ 1.67 Juta, menurun 22.51% dibanding tahun 2015.

Sebagai bentuk realisasi dari Diplomasi Ekonomi, Indonesia menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam kegiatan Wonderful Indonesia in Lao tanggal 27-29 Mei 2016, Thad Luang Exhibition tanggal 8-14 November 2016, dan ASEAN Culinary and Music Festival tanggal 13-14 November 2016.

KBRI Vientiane telah memfasilitasi kedatangan 25 buyers Laos dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2016. Kedatangan buyers Laos merupakan yang pertama kali dalam bertahun-tahun penyelenggaran TEI.

Pada tingkat Business-to-Business telah terselenggara peningkatan kerja sama pada bidang komoditas, e-commerce, furnitur dan arsitektur, suku cadang kendaraan bermotor, serta bahan bangunan. Selain itu, khusus sektor penerbangan sipil telah ditandatangani kerja sama pelatihan pilot dan perawatan pesawat antara Ministry of Transport and Public Works Laos dengan Garuda Maintenance Facility dan Perkasa Flight School.

Bidang Sosial Budaya

Titik berat bantuan Indonesia adalah pada pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Laos melalui bantuan beasiswa kepada warga negara Laos untuk mengikuti program-program pendidikan di Indonesia dan pelatihan teknis kepada masyarakat.

Untuk lebih meningkatkan people-to-people contact, telah dibentuk Lao-Indonesia Friendship Association yang berada di bawah naungan Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos (the Lao People’s Revolutionary Party) yang beranggotakan pejabat dan mantan pejabat tinggi Laos.

Sejak tahun 2010 hingga saat ini, KBRI telah membuka kelas Bahasa Indonesia secara gratis kepada masyarakat Vientiane. Saat ini telah terdapat ratusan lulusan kursus yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

Sebagai bagian dari Friends of Indonesia, para lulusan tersebut merupakan duta yang sangat berharga dalam meningkatkan keeratan hubungan bilateral kedua negara.

Untuk menjangkau kalangan pemuda dan wanita di Laos, KBRI terus meningkatkan kerja sama dengan instansi Lao Youth Union dan Lao Women’s Union pada bidang seni budaya, olahraga, pertukaran pelajar, dan seminar.

Bidang Konsuler

Jumlah Warga Negara Indonesia yang tinggal di Laos, berdasarkan data bulan Desember 2016, sebanyak 252 jiwa yang tersebar di beberapa provinsi di Laos. Umunya, WNI merupakan tenaga kerja formal pada sector pertambangan, industri kayu, industri pariwisata, organisasi internasional, dan staf KBRI Vientiane.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here