Sukses Bina Rohani Napi, Rutan Kelas IIA Pontianak, Aman dan Terkendali

1
137
menurutnya mengingat para tahanan adalah orang-orang yang mempunyai problem berat dalam hidupnya. Oleh karena itu mendekatkan mereka kepada Tuhannya
Sukses Bina Rohani Napi, Rutan Kelas IIA Pontianak, Aman dan Terkendali

Pontianak, NAWACITA – Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak Ihwan Zaini, SH.MH dalam wawancaranya dengan nawacitapost saat berkunjung ke kantornya menjelaskan bahwa dalam membina warga binaannya, ia lebih menekankan pembinaan iman para napi. Hal itu penting menurutnya mengingat para tahanan adalah orang-orang yang mempunyai problem berat dalam hidupnya. Oleh karena itu mendekatkan mereka kepada Tuhannya merupakan program yang sangat penting. (24/10/2019).

Baca Juga: Program Asimilasi di Rutan Kelas II B Sanggau, Didik Warga Binaan Menjadi Terampil

“Saat mengadakan pertemuan dengan warga binaan, saya selalu tekankan bahwa kalian sudah di luar nanti, pastinya jarang mencari Tuhan. Disini kalian harus rajin mencari Tuhan. Disini ada Mesjid, ada Gereja, carilah Tuhan disitu.” jelas Ihwan.

Dari pantauan nawacitapost, memang terdapat Mesjid, Gereja bahkan Klenteng di dalam Rutan. Selain itu ada juga klinik dan arena permainan untuk anak-anak, yang bisa digunakan saat mereka berkunjung menjenguk keluarganya. Fasilitas lain yang ada di rutan adalah sebuah lapangan yang cukup besar yang bisa untuk permainan volly ball dan permainan lainnya.

Warga Binaan Rutan Kelas IIA Pontianak

Dengan pendekatan seperti itu, kata Ihwan Zaini, Rutan yang ia pimpin sampai saat ini aman-aman saja. “Mereka ini manusia, jadi pendekatannya harus secara kemanusiaan juga. Hak-hak mereka harus dipenuhi, kalau terpenuhi, alhamdulillah aman-aman saja.” Jelasnya.

Terkait pembinaan secara fisik seperti penyaluran bakat dan kemampuan, memang tidak ada, “Yang penting bagaimana mereka selalu sehat, proses sidang lancar. ” Terangnya.

Hal yang pihaknya tonjolkan menurut Irwan adalah terkait pelayanan cuti bersyarat, “Alhamdulilah 2018,2019 semuanya lancar.” Jelasnya.

Disampaikan juga olehnya dalam kesempatan tersebut, bahwa salah satu cara yang dilakukan untuk memaksakan para napi agar rajin sembahyang, pihaknya mempersyaratkan sholat sebagai salah satu pertimbangan untuk memperoleh cuti bersyarat. “Dengan begitu, alhamdulillah, mesjid selalu penuh.” Jelasnya mengakhiri.

Armend/Kun (Nawacitapost, Kalimantan Barat)