PMI NTB Bentuk Relawan Sibat Desa Terdampak Bencana Gempa Bumi

0
228
PMI NTB Bentuk Relawan Sibat Desa Terdampak Bencana Gempa Bumi
PMI NTB Bentuk Relawan Sibat Desa Terdampak Bencana Gempa Bumi
Lombok, NTB, NAWAITA – Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Barat melakukan pembentukan kelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di beberapa desa terdampak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.

“Relawan SIBAT tersebut dibentuk di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar,” kata pendamping pengurangan risiko bencana (PRB) Pusat untuk NTB Abdul Majid melalui sambungan telepon, Senin.

Menurutnya, setiap desa dipilih 24 orang untuk menjadi relawan Sibat. Relawan ini berasal dari tokoh masyarakat, pemuda dan lain sebagainya yang dalam melakukan aksinya didampingi enam orang Korps Sukarelawan (KSR) PMI setempat.

Baca juga: Kemenkumham Siapkan Pelatihan bagi 20 Pejabat dari Laos

Adapun kegiatan yang dilakukan setelah pembentukan relawan Sibat ini adalah pelaksanaan Vulnerability Capacity Assesment (VCA) terkait metode baseline survey, pemetaan dan Participatori Rural Apracial (PRA) yang bertujuan untuk menganalisa kapasitas dan kerentanan yang ada di desa masing-masing selama lima hari untuk setiap desa.

Pelatihan Sibat dilakukan setelah menganalisa hasil VCA yang sudah dilaksanakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan sektoral PMI.

“Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah adanya rencana untuk mengurangi risiko bencana dengan melibatkan masyarakat,” tambahnya.

Majid mengatakan relawan Sibat ini akan menjadi garda terdepan di daerahnya masing-masing untuk membantu pemerintah, PMI dan unsur lainnya dalam pengurangan risiko bencana.

Baca jua: Usai Angin Kencan di Kota Batu Pemprov Bantu Percepatan Pemulihan

Apalagi seperti diketahui beberapa waktu lalu hampir seluruh wilayah di NTB diguncang gempa dengan kekuatan besar yang mengakibatkan kerusakan di mana-mana dan banyak jatuh korban jiwa.

Ia menilai keberadaan relawan Sibat ini dirasa penting, sehingga saat terjadi bencana bisa memberikan pertolongan pertama untuk meminimalkan dampak, baik itu kerugian harta maupun nyawa. Sebab relawan Sibat ini dipilih dari daerahnya masing-masing sehingga mengenal wilayah,” katanya.