Pasar Rakyat Tualang (PRT) jauh dari Pemukiman, Pedagang Enggan Jualan

5
297
Pasar Rakyat Tualang (PRT) jauh dari Pemukiman, Pedagang Enggan Jualan
Pasar Rakyat Tualang (PRT) jauh dari Pemukiman, Pedagang Enggan Jualan

Siak, NAWACITA – Pasar Rakyat Tualang (PRT) di Kampung Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak- Riau sudah rampung dibangun hampir setahun yang lalu. Namun, sampai saat ini, para pedang masih belum mau berjualan di sana (19/10/2019).

Baca Juga: Bupati Siak, Alfedri Apresiasi Gedung Kejaksaan Tinggi Riau yang Baru Diresmikan

Berdasarkan penelusuran oleh nawacitapost di lapangan, sedikit banyak sudah mulai terkuak  alasan mengapa pada pedagang belum mau berjualan disana. Ternyata, Lokasi Pasar Tualang (PRT), jauh dari dari lokasi pemukiman warga.

“Pasar yang di bangun di atas lahan seluas 1.299 meter persegi dan menyedot anggaran sekitar Rp5 miliar APBN itu tidak strategis dan jauh dari pasar” kata seorang pedagang.

Saat ini, Pemerintah Kecamatan selalu melakukan penertiban rutin terhadap pedagang yang secara sporadis menggunakan trotoar jalan raya, bahkan bahu jalan untuk berjualan. Pemerintah setempat selalu menghimbau dengan mengajak pada pedagang untuk memindahkan dagangannya ke pasar yang sudah disediakan. Karena di lokasi pasar yang baru dibangun tersebut, terdapat 198 unit kios lapak yang bisa ditempati untuk berjualan.

Dikabarkan bahwa semua Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar jalan Kecamatan Tualang bakal ditertibkan, termasuk PKL yang sering berjualan di sekitar pasar Empat Tuah Serumpun di wilayah itu.

PKL sampai menggunakan bahu jalan untuk menjajakan dagangannya

Mendengar itu, seorang pedagang bernama Irma menyampaikan alasan, mengapa dia harus tetap bertahan jualan di dekat jalan raya. “Cam manalah, mau jualan di PRT. Tempatnya tidak strategis dan jauh dari keramaian”.

“Jadi, tidak ada pilihan lain bagi saya selain tetap berjualan di pasar Km.4 Tualang ini. Bahwa kios saya ini akan dibongkar oleh Pemda, saya sudah siap dan akan ikut berjualan di PRT, tapi dengan catatan, pemerintah harus tegas dan tidak pilih kasih. Takutnya, kalau hanya saya sendiri yang jualan disana, siapa pula pembelinya” ujar Ibu Iraman, seorang pedagang kain di trotoar Jalan, Km.4 Tualang.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Siak, Terlaksana dengan Baik

Hal yang senada, juga disampaikan oleh Yudi, seorang pedagang kain di Km. 8. Dia memprediksi bahwa masyarakat membutuhkan waktu yang lama untuk bisa berbelanja di PRT.

“Kalau di tempat sekarang, paling tidak sehelai dua helai baju adalah laku tiap hari. Nanti kalau pindah ke sana, satu pun tak laku. Mau makan apa saya dan keluarga saya” jelas Yudi.

Koordinator Pasar Kecamatan Tualang Akhyaruddin, kepada Nawacitapost menjelaskan bahwa tanggal 24 Oktober 2019 ini, kita akan pindahkan semuanya ke Pasar Rakyat Tualang di Kampung Perawang.

Sementara, Pegawai Disperindag Kabupaten Siak, saat dikonfirmasi melalui seluler, mengatakan bahwa sejak PRT diresmikan tahun lalu, pedagang kaki lima (PKL) sudah mulai diarahkan berjualan di depan pagar pasar. Ini untuk memancing pembeli dan pedagang luar datang kesana, tapi rupanya tak ada yang mau.

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost, Kabupaten Siak)

Comments are closed.