Lurah-Kades di Bangka Diminta Maksimalkan Pembinaan Cegah Radikalisme

0
228
Lurah-Kades di Bangka Diminta Maksimalkan Pembinaan Cegah Radikalisme
Lurah-Kades di Bangka Diminta Maksimalkan Pembinaan Cegah Radikalisme
Sungailiat,Bangka, NAWACITA– Wakil Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,Syahbudin, mengingatkan seluruh lurah dan kepada desa (kades) di daerahnya untuk memaksimalkan pembinaan kepada masyarakatnya guna mencegah masuknya paham radikalisme di masyarakat.

“Saya ingatkan seluruh lurah dan kepala desa agar memaksimalkan melakukan pembinaan kepada masyarakatnya untuk mencegah masuknya paham radikal,” katanya di Sungailiat, Selasa.

Dikatakannya, pembinaan dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjauhi paham radikal yang dapat masuk kapan saja di tengah masyarakat melalui berbagai akses termasuk pembinaan agar tidak melakukan tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Kelurahan dan desa merupakan ujung tombak untuk memberikan pemahaman dalam upaya melakukan langkah-langkah praktis mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme,” jelas Wabup.

Baca juga: Sosialisasi Pembinaan dan Pembentukan Desa/Kelurahan Sadar Hukum 2019

Menurutnya, selain melakukan upaya pencegahan melalui pemahaman masyarakatnya, apartur di kelurahan dan desa dituntut pula untuk memperkuat pondasi pemahaman kebangsaan yang telah dirintis oleh pendahulu.

“Pemahaman kebangsaan penting sekali akan membentuk kepribadian masyarakat Indonesia untuk mencintai bangsa dan negaranya,” katanya.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan dalam pencegahan paham radikalisme, katanya, salah satunya kemampuan mengelola informasi yang didapat dengan cara tidak mudah menyakini informasi yang belum jelas kebenarannya.

Paham radikalisme diduga mempunyai suatu kelompok yang terus berusaha mengembangkan kelompoknya itu dengan mempengaruhi masyarakat.

“Saya imbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai semua isu yang belum jelas kebenarannya serta jangan mudah mempercayai ajakan dari orang atau kelompok manapun yang mengarah pada pelanggaran hukum,” katanya.

Kearifan lokal yang membentuk warganya mencintai daerahnya dengan berbasis kampung di kota dan RT serta RW harus dipertahankan selamanya.