Sambut HUT ke-20, Festival “Siak Bermadah” dihadiri Gubernur Riau

1
14
Sambut HUT ke-20, Festival
Sambut HUT ke-20, Festival "Siak Bermadah" dihadiri Gubernur Riau

Siak, NAWACITA – Pemerintah Kabupaten Siak menggelar beberapa kegiatan guna memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Siak yang ke-20. Diantaranya Pawai Budaya Internasional, Festival Siak Bermadah dan juga festival Kabupaten Lestari 2019.

 Baca Juga: Peduli Generasi Muda, Kadispora Riau adakan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Dalam sambutannya, Bupati Siak Alfedri terlebih dahulu mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Riau H Syamsuar, Bupati Musi Banyuasin selaku ketua lingkar Temu Kabupaten Lestari H. Dodi Reza Alex Noerdin, Bupati Sintang sebagai bendahara umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Jarot wijarno, Kepala Balai Besar Konservasi sumber daya alam Provinsi Riau, Suharyono, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kementerian Desa Republik Indonesia, Ketua DPRD Siak H Azmi, dan wakil ketua I DPRD Fairus Ramli S.Ag, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, beserta seluruh tamu undangan.

“Dalam Pelaksanaan Festival Siak Bermadah dan Festival Kabupaten Lestari ke-II tahun 2019, merupakan rangkaian kegiatan Hari jadi Kabupaten Siak ke-20 tahun 2019, yang telah dimulai pada siang hari yakni pawai budaya internasional,”kata Alfedri.

Festival Siak Bermadah ini, dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian. Tidak hanya dari sanggar seni yang ada di Riau saja, juga ada luar Provinsi Riau, seperti dari Jambi, Kepulauan Riau, dan Sumatra Utara, bahkan juga hadir dari Pahang dan Kuala Lumpur Malaysia.

“Selain dari rangkaian hari jadi Kabupaten Siak ke-20 pada 12 oktober mendatang, festival Siak Bermadah ini juga menjadi ajang silaturahmi”, kata Alfedri.

Selain itu, alhamdulilah tahun ini Kabupaten Siak menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari yang bertujuan sebagai ajang mensosialisasikan visi lestari, dengan fokus utama pada pengembangan inovasi daerah yang kreatif, dengan mengedepankan nilai-nilai kepentingan lokal dan kelestarian lingkungan, sebagai perwujudan dari amanat Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari, untuk mencapai lingkungan terjaga dan masyarakat yang sejahtera, dengan mengusung tema “Besamo Membelo Siak menuju Indonesia Hijau”.

Baca Juga: Kemendikbud RI Tetapkan Tari Zapin Siak sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Dalam kesempatan ini, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar terlebih dahulu mengucapkan trimakasih kepada seluruh panitia pelaksanaan Festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari 2019.

“Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik dengan adanya pelaksanaan festival Siak Bermadah ini, yang merupakan salah satu upaya untuk terus melestarikan kebudayaan Melayu”, ucapnya.

Sebelum lahirnya Kabupaten Siak, sambung Syamsuar, Siak Bermadah ini sudah ada pada masa-masa dahulunya.

“Dengan adanya festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari 2019, diharapkan mampu menjadi ajang mempromosikan Kabupaten Siak baik melalui pelestarian lingkungan dan pelestarian pengembangan budaya, sehingga nantinya mampu menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Siak dan sekaligus juga tentunya jadi pusat perhatian dari berbagai Daerah”,

Kata Syamsuar saat membuka festival Siak Bermadah dan festival Kabupaten Lestari, di Taman Tengku Mahratu, Kamis malam (10/10/2019).

Ketua lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), H. Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan, pada tahun 2017 lalu forum kolaborasi yang dibentuk dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan resmi dideklarasikan dengan nama Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di mana Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Kabupaten Siak dan Sintang dipercaya sebagai Dewan pengurus dan pendiri forum LTKL.

“Walau terbilang masih muda LTKL telah berhasil merangkai gotong-royong diantara para anggotanya yang beragam, seperti masterclass investasi, pengembangan kerangka daya saing Daerah atau pembelajaran antara Kabupaten dan Mitra, serta pengembangan inovasi Lestari masyarakat melalui kegiatan perusahaan untuk wisata,” terang Dodi yang juga Bupati Musi Banyu Asin.

Sambungnya lagi, dikembangkan bersama merupakan simbol yang sangat serius dalam melaksanakan komitmennya terkait pembangunan Lestari, dengan jumlah anggota kami Kita batasi maksimal 10 Kabupaten, dan evaluasi keanggotaan di lakukan setiap tahun agar dapat memberi ruang untuk pengembangan program yang intensif di masing-masing Kabupaten tahun 2019. Jelas Dodi.

Baca Juga: Anak Usia 9 Tahun jadi Korban Pemerkosaan Ayah Tirinya

“Ada kehadiran tiga anggota baru yang menggabungkan yaitu Kabupaten Gorontalo, Aceh Tamiang dan Bone Bolango yang sekarang di dalam festival juga pada rapat anggota tahun 2018 lalu. Bagaimana nanti bahwa secara tahunan Tarakan festival Kabupaten Lestari sebagai bentuk komunikasi antara anggota dan kabupaten lainnya, di kolaborasi dalam upaya pencapaian visi kita bersama Kabupaten Lestari tahun 2018,” katanya.

Kabupaten Lestari juga telah sukses digelar di Kabupaten Musi Banyu Asin dengan tema ‘Inovasi Karya Anak Bangsa Kabupaten’ tahun lalu, topik pembahasan utama adalah perbandingan pendekatan tentang alam dan yurisdiksi yang disajikan dalam bentuk diskusi bersama pada tahun 2018 meresmikan dua Kabupaten anggota baru yaitu Aceh Tamiang, Gorontalo dan Bone Bolango.

“Tuan Rumah festival akan bergantian setiap tahunnya, tahun ini kita berkumpul di kabupaten Siak, yang juga penting disini mendapatkan Penghormatan luar biasa, karena sekaligus bertepatan dengan Festival Siak bermadah dirangkaikan dengan hari ulang tahun Kabupaten Siak yang ke-20, dan tahun 2020 insya Allah kita akan berkumpul di Kabupaten Sintang” terang Dodi.

Dalam kesempatan ini, juga diadakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Siak dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, terkait dijadikannya Danau Zamrud sebagai wisata alam dan sejarah yang baru.

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost, Kabupaten Siak)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here