Pemilik lahan hibah seluas 2 ha yang diperuntukkan untuk pembangunan sekolah SMAN 2 Namohalu Esiwa merasa kecewa karena RKB yang dimaksud dibangun ditempat lain oleh Kepala Sekolah
Kepsek SMAN 2 Namohalu Esiwa, Alihkan Pembangunan RKB di Tanah Miliknya

Nias Utara, NAWACITA – Kepsek SMAN 2 Namohalu Esiwa, Alihkan Pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) di Tanah Miliknya. Pemilik lahan hibah seluas 2 ha yang diperuntukkan pada pembangunan sekolah SMAN 2 Namohalu Esiwa yang berlokasi di Desa Esiwa Kecamatan Namohalu Esiwa, kini merasa kecewa. Betapa tidak? Kedua pemilik lahan atas nama Asanudin Gea dan Aminudin Gea telah menghibahkan lahannya sendiri seluas 2ha kepada pemerintah daerah Kabupaten Nias Utara untuk pembangunan gedung sekolah SMAN 2.

Baca Juga: Bupati Nias Utara M. Ingati Nazara Membuka secara Resmi Kegiatan BBGRM dan HKG PKK

Kedua penghibah tanah untuk sekolah SMAN 2, menjelaskan bahwa ketika menghibahkan tanah, keduanya membuat surat kesepakatan antara pemerintah daerah yaitu langsung dengan orang nomor satu di Nias Utara M Ingati Nazara, A.Md, pada tanggal 20/5/2016, jelas Asanudin yang didampingi oleh saudaranya Aminudin.

Lokasi Pembangunan RKB saat ini
Plang Pembangunan RKB

Waktu berjalan hingga pada tahun 2018, Dinas Pendidikan dari Provinsi Sumatera Utara membangun ruangan laboratorium di tanah hibah sekaligus dua ruangan kelas darurat terbuat dari papan berlantai semen.

Kemudian pada tahun 2019, Disdik Provinsi mengembangkan pembangunan di SMAN 2 dengan membangun Ruang Kelas Baru (RKB) sumber dana dari Dana Alokasi Khusus dengan nilai anggaran sebesar Rp 708.297.000.

Namun, pembangunan RKB tersebut tidak di lokasi tanah hibah tadi, melainkan RKB dibangun di lokasi yang jauh dari bangunan Labor yang sudah dihibahkan oleh Asanudin dan Aminudin.

Setelah diketahui, ternyata Kepsek SMAN 2 Tolo’aro Gea yang berperan mengarahkan pembangunan tersebut untuk di atas tanah miliknya.

Awalnya masyarakat tidak mengetahui bila bangunan yang sedang dibangun diatas tanah miliknya adalah pengembangan bangunan RKB di SMAN 2. Beliau beralasan bahwa bangunan itu adalah bangunan pribadinya.

Baca juga :  LANAL BATUPORON DISTRIBUSIKAN SEMBAKO PEDULI KASIH DAMPAK COVID-19 KEPADA MASYARAKAT YANG KURANG MAMPU
Baca Juga: Wakil Bupati Nias Utara Membuka Secara Resmi Pelatihan Manajemen Homestay

Setelah diketahui bahwa bangunan yang dibangun diatas tanah milik kepala sekolah itu adalah RKB SMAN 2, penghibah tanah melapor Kepada Cabang Disdik Provinsi di Gunungsitoli, mereka merasa dirugikan karna tanaman mereka telah habis ditumbang dan tanahnya diserahkan kepada pemerintah daerah.

Atas laporan tersebut, akhirnya pembangunan RKB pun ditunda dengan dikeluarkannya surat penundaan bangunan RKB dari cabang Disdik Provinsi. Namun penundaan bangunan tersebut kembali dilanjutkan oleh Kepsek SMAN 2 Tolo’aro dengan alasan sudah mendapat persetujuan dari Disdik Provinsi.

Tolo’aro (Kepsek SMAN 2) saat diwawancara awak media, Senin (7/10/19) di lokasi bangunan RKB, menjelaskan bahwa dia juga sudah menghibahkan tanahnya, namun dia (Tolo’aro_red) tidak memberitahukan kepada siapa dia menghibahkan tanah, dan kapan dia menghibahkan tanahnya.

Ruang Kelas Darurat SMAN 2

Selanjutnya Tolo’aro memberikan alasan kepada awak media bahwa dia mengarahkan bangunan RKB diatas tanah miliknya karena dilokasi tanah hibah milik Asanudin dan saudaranya, labil sehingga dapat menimbulkan longsor.

Beberapa siswa SMAN 2 saat diwawancara terkait bangunan RKB yang kini sedang dibangun, mereka tidak setuju bahkan salah satu siswa mengatakan bahwa dia malas bersekolah bila RKB dibangun di lokasi tanah milik kepala sekolahnya. Karena disamping jauh dari permukiman, juga sulit bagi pejalan kaki apalagi pengendara, karena jalannya buruk, demikian juga siswa-siswa lainnya menyampaikan hal serupa.

Gazali Zega (Nawacitapost, Nias Utara)

Comments are closed.