Perkuliahan S2 Manajemen Univ. Nomensen Di Gunungsitoli Tidak Miliki Izin

2
1637
Perkuliahan Program S2/Magister Manajemen dari Universitas HKBP Nomensen di Kota Gunungsitoli dinilai melanggar peraturan dan tidak memiliki izin.

Gunungsitoli, NAWACITA – Perkuliahan Program S2/Magister Manajemen dari Universitas HKBP Nomensen di Kota Gunungsitoli dinilai melanggar peraturan dan tidak memiliki izin. Hal tersebut disampaikan oleh Parlin Dawolo kepada nawacitapost ketika diminta tanggapan terkait maraknya ASN yang menyandang gelar Magister Manajemen (MM), Kamis (3/10).

Baca Juga: Walikota Gunungsitoli Terima Penghargaan sebagai PEMDA Terbaik

Parlin Dawolo (Ketua GNPK RI Kota Gunungsitoli), menjelaskan bahwa berdasarkan catatan investigasi di lapangan, ditemukan bahwa Universitas Nomensen melaksanakan Perkuliahan Program S2 Magister Manajemen di Kota Gunungsitoli bertempat di Kampus STT BNKP Sunderman atau di luar kampus utama dengan jadwal perkuliahan hari Jumat dan Sabtu”.

Program S2/Magister Manajemen yang diselenggarakan oleh Universitas HKBP Nomensen di Kota Gunungsitoli, tidak memenuhi persyaratan dan tidak memperoleh izin pembukaan program studi di luar domisili (PSDD) atau program studi di luar kampus utama (PSDKU) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Persyaratan untuk mendapatkan izin pembukaan (PSDD)/(PSDKU) telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan program studi diluar domisili perguruan tinggi.

Ditambahkannya, berdasarkan Surat Dirjen Dikti Nomor: 016/D/T/1988 tertanggal 7 Januari dan Nomor: 2559/D/T/97 tertanggal 21 Oktober 1997 sudah sangat jelas. Perguruan Tinggi, baik PTN maupun PTS dilarang menyelenggarakan perkuliahan jarak jauh (diluar domisili kampus). Sampai saat ini Kemendikbud telah membubarkan kampus kelas jauh, dan menyatakan secara tegas bahwa; 1) Praktik kuliah kelas jauh sudah masuk kategori pidana; 2) Mereka niat menipu bukan mencerdaskan bangsa; 3) dan Ijazah yang dihasilkan tidak sah.

Dan hal ini kembali ditegaskan oleh Dirjen Dikti dalam suratnya nomor :595/D5.1/T/2007 tertanggal 27 Februari 2007 bahwa perguruan tinggi baik PTN maupun PTS tidak dibenarkan menyelenggarakan pendidikan dengan model Kelas Jauh dan Kelas Sabtu Minggu.

Univ. HKBP Nommensen tidak menghiraukan aturan serta larangan tersebut.

“Saya menilai hal ini dilakukan hanya demi meraup untung secara finansial tanpa memperhatikan norma dan kaidah akademik serta kualitas lulusan” ucap Parlin.

Baca Juga: Pelaku UMKM Menggeliat, UPTD Dana Bergulir Gusit Berbenah

Terkait hal tersebut, kita menyarankan kepada kemenristek & Dikti untuk mencabut izin program studi Magister Manajemen Univ. HKBP Nommensen dan menghentikan perkuliahan jarak jauh program S2/magister manajemen yang dilaksanakan di Kota Gunungsitoli. Ungkap Parlin Dawolo mengakhiri perbincangan dengan nawacitapost.

Hingga berita ini dikirim ke redaksi, masih belum bisa dikonfirmasi ke pihak Univ. HKBP Nomensen terkait hak tersebut.

Jurdil Laoli (Nawacitapost, Gunungsitoli)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here