Bupati Siak: Kader Posyandu sebagai Ujung Tombak Cegah Stunting

0
108
Bupati Siak, Alfedri, menyampaikan bahwa Kader Lansia dan Balita se-Kecamatan Sabak Auh sebagai ujung tombak pelaksana program kesehatan di tengah masyarakat.
Bupati Siak: Kader Posyandu sebagai Ujung Tombak Cegah Stunting

Siak, NAWACITA – Bupati Siak, Alfedri, menyampaikan bahwa Kader Posyandu se-Kecamatan Sabak Auh sebagai ujung tombak pelaksana program kesehatan untuk mencegah stunting di tengah masyarakat.

Stunting (Gizi Buruk), merupakan isu yang menjadi perhatian pemerintah. Kondisi ini ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan seorang anak dibanding dengan anak seusianya.

“Berikan anak-anak kita makan ikan dan telur yang mengandung protein. Perhatikan gizi anak mulai dari kandungan, jangan sampai mereka kurang gizi. Persiapkanlah mereka menjadi generasi tangguh dan cerdas,”kata Alfedri, Sabtu, (28/09/2019).

Baca Juga: Mundur dari Kabinet, Yasonna dan Puan Siap Dilantik jadi DPR RI

Alfredi mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang bisa hadir memberikan pencerahan kepada ibu ibu kader posyandu dan balita se kecamatan Sabak Auh. Ia juga meminta jika ada di temukan anak yang kurang gizi segera di laporkan.

“Anak anak tidak boleh kurang gizi, Kalau mendapat informasi tolong laporkan, agar kita tangani,” ungkapnya.

Alfedri juga mendorong bagi ibu ibu kader Posyandu agar kreatif dan inovatif. kader Posyandu harus terlibat dalam menggerakan UMKM, mulai dari membuat kerajinan, anyaman dan usaha lain seperti jualan kue dan produk makanan lain melalui online dan akun media sosial yang dimiliki. Karena melalui media sosial, produk bisa dikenal dan mempu memberi penghasilan tambahan.

Saat ini, Pemerintah berupaya mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan mencegah stunting. Program dan regulasi yang sudah dibuat, dimaksudkan agar derajat kesehatan terus mengalami peningkatan, dan masyarakat mudah dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Jihad Prof. Yasonna Laoly dalam RUU KUHP

“Inovasi alarm persalinan yang di buat oleh Puskesmas Kerinci Kanan, Siak, merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat memiliki akses di semua puskesmas dan bidan. Sehingga kalau ada ibu hamil bisa terpantau. Hal ini dapat menekan angka kematian ibu hamil dalam persalinan di kabupaten Siak,” tegas Alfredi.

Di akhir sambutannya, Alfedri menekankan juga peran media dalam mensosialisasikan kegiatan tersebut agar semakin familiar dengan masyarakat. Alfedri menghimbau untuk mulai mengurangi penggunaan kemasan berbahan plastik.

Sampah plastik yang dibuang, selain susah terurai juga bisa mengganggu ekosistem di darat dan laut yang pada akhirnya akan memberi efek buruk pada kesehatan masyarakat. Sanitasi lingkungan merupakan salah satu prasyarat untuk mencegah stunting.

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost, Kabupaten Siak)