Upaya Pencarian Pesawat yang Hilang di Papua

0
151
Upaya Pencarian Pesawat yang Hilang di Papua

Timika, NAWACITA- Operasi pencarian untuk melacak pesawat DHC6-400 Twin Otter, dengan nomor registrasi PK CDC, yang telah hilang di Provinsi Papua sejak 18 September, dilanjutkan, Sabtu sore, dengan melibatkan pesawat dan tiga helikopter.

Sebuah pesawat Twin Otter, dengan nomor registrasi PK-CDJ, membawa 10 anggota tim pencarian dan penyelamatan bersama, lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin di Timika pada pukul 2:38 malam. waktu setempat untuk memantau daerah yang dicurigai tempat pesawat naas itu kehilangan kontak pada hari Rabu.

Pos komando Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional di Bandara Mozes Kilangin mengkonfirmasi bahwa tiga helikopter telah mendukung operasi pencarian. Masing-masing dimiliki oleh PT Carpediem, PT Freeport Indonesia, dan Angkatan Udara Indonesia.

Sesuai dengan rencana, pilot helikopter PK-CDA PT Carpediem akan menurunkan dua warga setempat dan beberapa anggota tim SAR di Desa Hoeya untuk memungkinkan mereka mempersiapkan operasi pencarian darat.

Berita Terkait: Search efforts continued to locate missing aircraft in Papua 

Kepala Badan SAR Timika, Monce Brury, menyatakan bahwa anggota tim SAR, pada kenyataannya, telah melakukan dua sorti pada Sabtu pagi tetapi upaya mereka terganggu oleh langit yang diselimuti kabut dan hujan lebat.

Karena kondisi cuaca ini, pesawat Susi Air, dengan nomor registrasi PK-VVZ, digunakan untuk operasi pencarian di sekitar area Timika, Wangbei, dan Jila, harus kembali ke bandara, katanya.

Sehubungan dengan misi pencarian ini, perusahaan navigasi udara milik negara Airnav Indonesia otoritas di Sentani, Provinsi Papua, telah berjanji untuk memberikan bantuan dalam upaya untuk melacak pesawat yang hilang.

Baca Juga :

Manajer Umum Kantor Airnav Indonesia-Sentani Suwandi sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan dibantu oleh beberapa pesawat lepas landas dari Timika, ibu kota Distrik Mimika.

Namun, kondisi geografis Provinsi Papua menimbulkan tantangan bagi anggota tim SAR.