AKD belum Terbentuk, Dewan Baru sudah Minta Fasilitas

0
283
DPRD Kabupaten Bekasi Bentuk Tim Pembahasan Tata Tertib
DPRD Kabupaten Bekasi Bentuk Tim Pembahasan Tata Tertib

Bekasi,NAWACITA – Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum rampung dan ketua DPRD Kota Bekasi definitif juga belum dilantik, namun sejumlah anggota dewan periode 2019-2024 sudah meminta sarana dan fasilitas penunjang untuk dilengkapi oleh Sekretariat DPRD.

Salah satu anggota DPRD dari PAN, Abdul Muin Hafiz, meminta agar kebutuhan sarana dan fasilitas penunjang kerja anggota dewan segera dibenahi.

”Selain dari fraksi PAN, fraksi lain juga mengeluhkan sarana dan fasilitas yang ada saat ini di DPRD Kota Bekasi,” katanya, Selasa (17/9).

Akan tetapi, Muin tidak membeberkan secara rinci fraksi mana saja yang mengeluhkan sarana dan fasilitas penunjang tersebut. Namun, pihaknya sudah menyampaikan secara lisan kepada Sekretariat DPRD Kota Bekasi.

”Kami sudah melakukan pengaduan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan). Hanya saja masih sebatas penyampaian, tapi kami tahu bahwa bukan Sekwan yang mengurusi pengadaan. Tapi yang kami sayangkan, mestinya sarana dan fasilitas penunjang kerja sudah disiapkan sebelum dewan baru dilantik,” tuturnya.

Kata Muin, setiap lima tahun sekali anggota dewan ada pergantian. Mestinya, persoalan sarana dan fasilitas penunjang sudah lengkap, seperti pendingin ruangan (AC), komputer anggota dewan dan press room DPRD sudah rapi.

”Saat ini, hampir seluruh ruangan belum dilengkapi sarana dan fasilitas penunjang kerja anggota dewan,” sesalnya.

Menurutnya, lambannya pengadaan akan menentukan kinerja anggota dewan dari setiap fraksi yang ada di DPRD Kota Bekasi. Termasuk ruangan Humas.

”Kami dari fraksi PAN berharap agar segera ditindaklanjuti, karena sedikit banyak akan memengaruhi kinerja dewan baru. Terlebih belum terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Pimpinan dewan sekarang belum bisa menentukan apa-apa karena belum definitif,” beber Muin.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Golkar, Daryanto. Dia mengakui, jika pengadaan sarana dan fasilitas penunjang di fraksi yang saat ini lamban, disebabkan persoalan anggaran.

”Memang kondisinya seperti itu. Tapi saya tidak bisa ngomong banyak kalau bicara soal anggaran,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Sekwan DPRD Kota Bekasi, M Ridwan membenarkan adanya keluhan terkait sarana dan fasilitas penunjang dari sejumlah fraksi, termasuk PAN.

”Iya kami memang sudah terima komplain dari Pak Muin soal sarana dan fasilitas penunjang kinerja anggota dewan. Akan tetapi, kami baru bisa membenahi itu semua setelah Ketua DPRD definitif dilantik dan AKD sudah terbentuk,” ucapnya.

Dalam hal ini, kata Ridwan, pihaknya akan mendahulukan yang lebih prioritas. ”Kami pun harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Tapi, kami akan mendahulukan yang benar-benar prioritas,” pungkasnya