Kemenpar RI Kunjungi “Gowe Tuada Ho” di Kabupaten Nias

2
760
Kemenpar RI Kunjungi “Gowe Tuada Ho” di Kabupaten Nias
Kemenpar RI Kunjungi “Gowe Tuada Ho” di Kabupaten Nias

Nias, NAWACITA –  Salah satu rangkaian kegiatan Sail Nias 2019, adalah Discovery Influencer Famtrip yang dilakukan di beberapa titik destinasi wisata di Kepulauan Nias. Kemarin, 6/9/2019, rombongan dari Kementrian Pariwisata RI melakukan kunjungan wisata untuk melihat Megalit Gowe Tuada Ho yang terletak di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Kemenpar RI Kunjungi “Gowe Tuada Ho”  dan Melakukan penanaman Pohon di Kabupaten Nias

Megalit Tuada Ho merupakan batu peninggalan keluarga Tuada Ho (yang berasal dari Gomo) yang memiliki dua orang istri, yang pertama adalah Gaweda Nandrua memiliki anak yaitu Waruwu, Halawa (menjadi marga Halawa dan Waruwu), Gulo dan Ndraha; serta dari istri keduanya Sa’uso Lama (putri dari Gea), memiliki putra yaitu Tumba Laoya yang anaknya adalah Lukhu Toli (Harefa), Lukhu Mbanua (Telaumbanua), Lukhu Hada (Mendrofa), Lukhu Bongi (Laoli), Lukhu Zendrato (Zendrato), Lukhu Baene (Zalukhu) dan Lukhu Lase (Lase).

Sementara, Lukhu Fakhe dan Lukhu Manu tidak memiliki keturunan. Di antara kumpulan batu-batu megalit tersebut juga terdapat beberapa batu dengan bentuk unik yaitu batu megalit Saita Gari Tuada Ho (tempat sangkutan pedang Tuada Ho), berukuran cukup besar dan terdiri dari dua buah lempengan batu yang persis sama dengan celah diantaranya (di celah inilah Tuada Ho menyangkutkan pedangnya yang cukup besar); lalu ada juga batu besar di tanah yang diatasnya terdapat bekas/jejak telapak kaki Tuada Ho.

Lokasi situs bersejarah ini berada ± 32 km dari Kota Gunungsitoli (± 13 km dari Bandara Udara Binaka) dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Keberadaan Megalit Tuada Ho sebagai situs budaya, menjadi daya tarik wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias, Kharisman Halawa mengatakan bahwa “Potensi Pariwisata Kabupaten Nias sungguh luar biasa. Selain punya pesona alam yang menakjubkan dan punya pantai yang indah, penduduknya juga ramah-ramah.

Rangkaian kegiatan Discovery Influencer Famtrip ini, bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi Destinasi Wisata Kepulauan Nias kepada rombongan Kemenpar RI.  Situs Megalit Gowe Tuada Ho ini merupakan salah satu objek wisata yang berpotensi menarik pengunjung. Namun, karena lokasinya agak sulit dijangkau dan tidak masif dalam pemberitaan dan pengelolaan, sehingga terkesan dilupakan.

Kunjungan rombongan Kemenpar, ditemani tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Nias merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan  dari Sail Nias 2019. Kunjungan ini disambut baik oleh masyarakat setempat  dengan menampilkan beberapa kegiatan seperti Tari Maena dan Vocal Group.

Dinas Pariwisata Kabupaten Nias dan beberapa tokoh masyarakat sangat berharap bahwa moment Sail Nias 2019 menjadi titik awal pengenalan potensi wisata Kepulauan Nias di mata dunia internasional. Dan selanjutnya, pemerintah pusat, provinsi dan daerah bisa bersinergi dalam memelihara dan membenahi lokasi tersebut sebagai bagian dari kecintaan terhadap budaya dan leluhur.

Kunjungan ini diakhiri dengan dengan penanaman pohon Ma’ae dan pohon Najuhara yang dilakukan tim kementerian pariwisata RI bersama Kadis Pariwisata Kabupaten Nias di lokasi Megalit Gowe Tuada Ho.

Comments are closed.