Bupati Samosir: Wisata Syariah Danau Toba ala Edy Rahmayadi, Penghinaan Budaya Batak

0
6613
Bupati Samosir: Wisata Syariah Danau Toba ala Edy Rahmayadi, Penghinaan Budaya Batak
Bupati Samosir: Wisata Syariah Danau Toba ala Edy Rahmayadi, Penghinaan Budaya Batak

Medan, NAWACITA – Pernyataan Gubernur Sumatera Utara baru-baru ini akan dijadikan Danau Toba menuju “wisata halal” menjadi pro-kontra di jejaring sosial. Para netizen beragam statement menolak bahwa Danau Toba dijadikan wisata halal atau syariah.

Alasannya beragam, ada sebut bahwa Pulau Samosir adalah tanah leluhur Bangso (Bangsa) Batak yang tidak perlu ada aturan syariah.

Ada juga berkomentar bahwa Edy Rahmayadi sebut akan tertibkan potong babi disangkal oleh banyak orang.

“Saya rasa di Samosir tak ada tuh sembarang potong babi sembarangan, atau disengaja dihadapan umum beragama Islam. Sekalipun ada potong babi di hadapan umum itu ketika acara pesta yang mayoritas Batak Kristen, ini adalah Budaya Leluhur” ujar Salomo Sihombing di dalam komentar.

Sementara itu Bupati Samosir, Rapidin Simbolon sebut bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir dan sebagian Rakyat Samosir menolak karena tidak sesuai dengan budaya dan adat istiadat yang dianut oleh masyarakat Samosir seperti dilansir dari kncom.

“Membaca beberapa postingan yang kami baca melalui grup WA tentang wisata halal dan wisata syariah, bahwa Samosir tidak pernah menetapkan wisata syariah dan wisata halal. Ini adalah keputusan Pemerintah dan Rakyat Samosir” Ujar Rapidin pada Rhema Harapan, Jumat (30/08/2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here