Brigjen (Pol) Bahagia Dachi:Jangan Sembarang Menunjuk Pemimpin di Nias

1
1357

Jakarta,NAWACITA-Baru saja pesta demokrasi pemilihan umum berlalu, tak lama lagi pemilu serupa akan berlangsung. Bernama pemilihan kepala daerah atau Pilkada. Yakni pemilihan bupati dan wali kota. Akan berlangsung tahun depan, 2020. Secara serentak. Rencananya, pilkada serentak akan diadakan pada 23 September 2020.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, terdapat 23 kabupaten/kota di Sumut yang akan menyelenggarakan pilkada secara serentak tahun depan. Pilkada dimaksud adalah tahap IV sejak pertama kali pilkada serentak dilaksanakan pada 2015.

Di antara kepala daerah di 23 kabupaten/kota tersebut terdapat beberapa yang baru menjabat satu periode. Kemungkinan mereka akan kembali maju sebagai calon. Misalnya, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.

Di Kepulauan Nias sendiri,hiruk pikuk para tokoh yang ingin maju di bursa pemilihan kepala daerah sudah mulai terasa. Menyikapi hal ini, tokoh Nias Brigjen (Pol) Bahagia Dachi angkat suara. Menurutnya,menjadi pemimpin tidak hanya dengan pengalaman berorganisasi, apalagi memimpin di Pulau Nias yang masih kental dengan campur tangan keluarga dalam berkuasa.

“Faktor terpenting adalah memiliki leader yang dapat melarang keluarganya untuk ikut campur tangan sampai mengatur pemerintahan,”kata Bahagia Dachi.

Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen. Pol. Drs. Bahagia Dachi, S.H.

Perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menegaskan, tahun 2020 merupakan tahun politik di pulau Nias. Ia pun berharap, warga Nias tidak sembarang menunjuk dan mengusulkan pemimpin yang akan berkuasa di Nias.

Comments are closed.