Sakit Hati Jadi Alasan 5 Pelaku Bunuh Gadis yang Ditemukan Tinggal Tengkorak di Tegal

2
515

Jakarta,NAWACITA- Aksi lima pelaku pembunuhan terhadap Nurhikmah (16) warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah sungguh di luar batas manusia. Mereka tega menghabisi nyawa teman dekatnya hanya karena sakit hati dengan omongan korban.

Kelima pelaku masing-masing berinisial AM (20), MP (18), SA (24), NL (18), dan AI (15). Dua di antaranya perempuan yakni, NL dan AI. Mereka tidak lain teman dekat korban Nuhikmah (16) yang sebelumnya dilaporkan hilang lima bulan lalu. Belakangan diketahui, Nurhikmah sudah menjadi mayat dan tinggal tulang belulang setelah jasadnya ditemukan warga di bekas bengkel las samping rumah kosong Desa Cerih.

Baca Juga: Hilang 5 Bulan,Gadis di Tegal ditemukan Sudah Jadi Tengkorak diduga Dibunuh

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan keterangan para pelaku motif pembunuhan terhadap korban karena para pelaku sakit hati dengan omongan korban.

“Sebelum pembunuhan terjadi, para pelaku dan korban sempat terlibat cekcok. Para pelaku ini sakit hati dengan omongan korban hingga terjadi pembunuhan,” kata Bambang kepada awak media di Mapolres Tegal, Selasa (13/8/2019).

Namun, Bambang belum menjelaskan detail omongan korban yang memicu pelaku menghabisi nyawanya. “Masih kami dalami. Yang jelas para pelaku ini merasa sakit hati kepada korban,” ucapnya.

Dia menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu bermula ketika korban dan lima terduga pelaku berwisata di objek wisata Praba Lintang, Pulosari, Pemalang. Di lokasi tersebut, salah satu pelaku mengajak korban minum minuman keras (miras).

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan Gadis dalam Karung di Tegal

Pesta miras kemudian berlanjut ke sebuah rumah kosong di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara. Di lokasi itu, korban sempat disetubuhi pelaku AM. Setelah itu, pelaku AM dibantu empat temannya mencekik leher korban hingga tewas.

“Setelah korban meninggal, jasadnya lalu dimasukkan ke dalam karung plastik (waring) dan diikat dengan tali raffia. Setelah itu, mayat korban dibuang di bangunan bekas bengkel las samping rumah kosong,” katanya.

Kasus pembunuhan itu baru terungkap setelah jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan hanya tinggal tulang belulang. Penemuan mayat dalam karung itu membuat warga Desa Cerih geger.

“Kelima pelaku ini kita ancam dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 339 KUHP,” kata Bambang.

Comments are closed.