Kronologi Lengkap dan Tarif Gigolo yang disewa SPG

3
2190
Kronologi Lengkap dan Tarif Gigolo yang disewa SPG
Kronologi Lengkap dan Tarif Gigolo yang disewa SPG

Denpasar, NAWACITA- Kasus pembunuhan terhadap Sales Promotion Girl (SPG) cantik, Ni Putu Yuniawati (39), di Penginapan Teduh Ayu 2 di kamar nomor 8, Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian, Denpasar, Bali terungkap.

Pengungkapan kasus ini pun menjadi berita terpopuler sepanjang Senin (12/8/19) kemarin.

Baca Juga : SPG Cantik yang dibunuh Terdapat Luka Robek didalam Kelamin Serta Bengkak

Berikut ringkasan kasus pembunuhan SPG di penginapan tersebut.

Ni Putu Yuniawati dihabisi, Senin (5/8/2019) malam WITA.Tersangka pembunuhan, Bagus Putu Wijaya alias Gus Tu, mengaku menghabisi Ni Putu Yuniawati lantaran kesal dengan kata-kata korban.

Baca Juga : Gigolo yang Dibilang Tak Memuaskan diranjang, Berujung Maut

Berikut kronologi lengkap kejadian pembunuhan itu :

  • Keduanya berkenalan di Media Sosial

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, kasus pembunuhan itu berawal saat korban bertemu dengan Bagus Putu Wijaya di media sosial.

Awalnya, Bagus Putu Wijaya mengaku ingin membeli mobil korban lalu keduanya pun sepakat bertemu.

  • Pelaku mengaku berprofesi sebagai Gigolo

Dalam pertemuan itu Bagus Putu Wijaya mengaku berprofesi sebagai gigolo.”Di dalam pertemuan tersebut antara pelaku dan korban saling ngobrol-ngobrol, korban menanyakan pelaku apa pekerjaannya. Ternyata pelaku mengatakan dirinya seorang gigolo dengan menjajakan prostitusi secara online,” kata Kombes Pol Ruddi Setiawan saat pers rilis di lobby Mapolresta Denpasar, Senin (12/8/19) siang.

  • Korban ajak makan siang

Ruddi mengatakan, lebih lanjut setelah menerima pengakuan Gus Tu, korban mengajak Gus Tu untuk makan dan membuat kesepakatan dengan tersangka.

Korban ingin melakukan hubungan suami istri setelah mengetahui Gus Tu merupakan seorang gigolo, dengan tarif yang diterima sebesar Rp 500 ribu.

  • Kencan di penginapan bertarif Rp 60 ribu per 2 jam

Selanjutnya korban dan Gus Tu pergi ke sebuah penginapan Teduh Ayu yang disewa selama dua jam dengan tarif Rp 60 ribu, Senin (5/8/2019) pukul 18.00 wita.

  • Pengakuan tersangka, korban tidak puas

Saat melakukan hubungan suami istri, korban mengeluh dengan layanan yang diberikan oleh tersangka Gus Tu dan mengatakan bahwa tersangka ‘tidak memuaskan’.

Baca Juga : Seorang Bapak Hamilin Anak Kandung dari Istri Pertama

“Diajak makan dan korban ‘ingin’ dengan pelaku ini. Akhirnya ada kesepakatan, mereka pergi ke Penginapan Teduh Ayu. Saat menginap tersebut beberapa kali melakukan persetubuhan namun korban tidak puas dengan apa yang diberikan oleh pelaku karena sudah dibayar,” ungkap Ruddi.

“Korban mengatakan bahwa ‘kamu belum memuaskan, saya sudah rugi, saya sudah berikan kamu handphone namun kamu tidak memuaskan saya’,” tambah Ruddi.

  • Pelaku marah dan bekab korban

Mendengar ungkapan Ni Putu Yuniawati, Bagus Putu Wijaya tersinggung.Korban lalu ditarik dan dibekap dengan handuk sehingga lemas.Setelah itu korban langsung meninggal.

  • Pelaku lalu Kabur

Setelahnya, Bagus Putu Wijaya meninggalkan penginapan dan bertemu petugas hotel sekitar pukul 19.30 wita.

Bagus Putu Wijaya mengatakan kepada petugas, 30 menit lagi korban akan menaiki taksi online .

Ia pun menuju mobil Suzuki Ertiga berplat DK 1988 HA yang diketahui milik keluarga korban, lalu pergi ke arah utara penginapan.

  • Mobil digadaikan Rp 10 Juta

“Mobil punya keluarga korban dan mobil akan dijual, mobil itu ditemukan di wilayah Sading, Badung,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Polisi, mobil tersebut digadaikan di sebuah penadah dan dari hasil gadaian tersebut tersangka mendapatkan uang sebesar Rp 10 juta.

“Mereka ini baru kenal seminggu lah. Setelah itu (melakukan pembunuhan), pelaku pergi dan tertangkap di Sulawesi Utara,” terangnya.

  • Kenai Dua Pasal berbeda

Akibat kejadian tersebut, Gus Tu dikenakan dua pasal yang berbeda.”Pasal yang kita kenakan kepada tersangka ini adalah pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pasal pencurian dengan kekerasan 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun,” jelas Ruddi.

Comments are closed.