Tahun 2020, Bekasi Terapkan Tilang Elektronik

14
240

Bekasi,NAWACITA-Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) bagi pelanggar lalu lintas. Infrastruktur pendukung kebijakan itu sudah diusulkan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dedet Kusmuyadi mengatakan, mekanisme penerapan tilang elektronik akan diberlakukan pada 2020 mendatang. Penerapanya sama persis dengan apa yang dilakukan DKI Jakarta. “Sama persis karena produk Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Jadi, di DKI atau Bekasi ETLE-nya sama persis,” katanya.

Menurut dia, e-tilang yang diterapkan di Bekasi terhubung langsung dengan ruang pengawas di TMC Polda Metro Jaya. Closed circuit television (CCTV) itu sanggup membidik gambar pengemudi apabila melakukan pelanggaran. Kemudian petugas akan mencari pelat nomor pelanggar di dalam pangkalan datanya lalu dikeluarkan surat tilang selanjutnya dikirimkan ke alamat pelanggar melalui pos atau email.

Pelanggar bisa membayar denda melalui bank dalam rentang satu minggu

“Pengendara juga akan mendapat empat gambar yang memperjelas pelanggaran apa yang dilakukan,” ungkapnya.

Dedet menjelaskan, bedanya dengan DKI, kamera ETLE di Bekasi hanya dipasang di sejumlah persimpangan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, di antaranya di bawah flyover Summarecon dan Mal Metropolitan, dari Kalimalang (Jalan KH Noer Ali) arah Jakarta (Simpang BCP), dan dari Gerbang Tol Bekasi Barat. “Kamera yang kami miliki ada kelemahannya, yakni tidak mampu menangkap pelanggaran pengemudi di tengah ruas jalan,” katanya.

Dia mengatakan, penerapan ETLE di Jalan Ahmad Yani menjadi percontohan. Selain merupakan pusat Kota Bekasi, kawasan jalan itu telah ditetapkan menjadi kawasan tertib lalu lintas oleh kepolisian setempat. Tapi, kata dia, tak dimungkiri pula selama ini banyak pengendara melawan arus dan parkir di badan jalan di sepanjang ruas jalan itu sehingga menimbulkan kemacetan. Mobilitas kendaraan di jalan protokol tersebut pun terbilang tinggi. “Pelaksanaan peninpenindakan penilangan dilakukan oleh Polri,” kata Dedet.

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, penerapan e-tilang rencananya akan direalisasikan tahun depan. Menurut dia, proses realisasi pemberlakuan tilang elektronik melalui CCTV itu tergantung pada kemampuan pemerintah. Saat ini, kata dia, kepolisian masih berkoordinasi dengan pemerintah dalam menyiapkan sarana dan prasarana untuk pemberlakuan e-tilang. Sebab dalam menerapkan kebijakan e-tilang seperti di DKI Jakarta membutuhkan anggaran. “Penerapan kebijakan ini memang membutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan kepolisian. Jadi, pemerintah menyediakan CCTV, kami yang melakukan tindakan,” ucapnya.

Comments are closed.