Akibat kebakaran Lahan, Tol Palindra dikepung Sijago Merah

0
146

Indralaya, NAWACITA- Ruas Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Sumatera Selatan, yang menghubungkan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir dikepung api akibat kebakaran lahan, Senin (5/6/19). Kobaran api diperparah dengan kondisi angin yang cukup kencang.

Lahan yang terbakar di Tol Palindra terjadi sejak Senin (5/6/2019) sore. Hingga saat ini, tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berupaya memadamkan api dengan mengerahkan pasukan di posko terdekat.

Data BPBD Sumsel, sepanjang tahun 2019 sudah 257 hektare lahan yang terbakar. Mayoritas merupakan lahan tidur milik masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru langsung mengumpulkan seluruh camat. Pihaknya meminta mereka memastikan siapa pemilik lahan tidur yang sering terbakar untuk mudah diinvestigasi.

“Saya sudah perintahkan Asisten I dan Danrem mengumpulkan semua camat. Cek lagi lahan terbakar itu kenapa bisa yang terbakar lahan kosong atau lahan tidur,” ujar Herman Deru, Senin (05/08/19).

Tidak hanya itu, gubernur juga meminta seluruh pihak terkait bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah kebakaran lahan tersebut. Sebab, api ini tidak hanya dapat ditangani dan dipadamkan begitu saja.

“Saya akan cek peralatan dan siapkan anggaran pencegahan. Jadi jangan ini hanya penanganan aja, sosialisasinya juga perlu. Beri solusi agar pengolahan lahan tidak dibakar dan lahan tidur itu tidak terbengkalai,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumsel Iriansyah menyebut sejauh ini tercatat ISPU di bawah 50 dengan jarak pandang mencapai 10 kilometer.

“ISPU dan jarak pandang masih normal. Kalau untuk lahan terbakar kini tercatat di BPBD sekitar 257,9 hektare,” katanya.

Untuk rincian wilayah dengan luasan lahan terbakar antara lain, Kabupaten Ogan Ilir 121,1 Ha, Banyuasin 6 Ha, Pali 57,75 Ha, Lubuklinggau 0,5 Ha, OKI 68,5 Ha dan Musi Banyuasin 4 hektare.

Untuk penanganannya, kini ada 1.512 personel gabungan dari TNI, Polri hingga masyarakat peduli api. Seluruh personel tersebar di lebih dari 300 desa dan di 90 desa yang cukup rawan.

“Kendala pemadaman itu sendiri karena lahan terbakar aksesnya sulit dijangkau. Kondisi cuaca yang panas juga menjadi salah satu faktor api cepat menjalar dari satu titik ke titik lain karena keterbatasan sumber air,” ujarnya.

Selain itu, BPBD juga menurunkan empat heli water bombing untuk pemadaman melalui udara. Ada pula satu unit pesawat untuk patroli dan memastikan luas lahan yang terbakar dari udara.