Viral Siswi SMP melahirkan Tanpa Ikatan Nikah

0
407

Pangkal Pinang, NAWACITA– Seorang siswi SMP di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung melahirkan anak perempuan, namun belum jelas siapa suami anak di bawah umur itu.

Siswi SMP berinisial A ini melahirkan bayi perempuan tanpa ikatan nikah, sedangkan pacar remaja itu belum mau bertanggungjawab, hingga membuat Komisi Perlindungan Anak Daerah atau KPAD setempat gerah.

Kini siswi SMP yang masih berusia 14 tahun tersebut melahirkan bayi perempuan seberat 2,5 kilogram dan panjang 46 sentimeter.Pihak keluarga lantas mengadukan kasus siswi SMP melahirkan ini ke pihak kepolisian.Pasalnya, pihak laki-laki tak mau bertanggung jawab terhadap anak yang telah dilahirkan.

  1. Sudah mediasi sejak kandungan 8 bulan

Ketua KPAD Kepulauan Bangka Belitung Sapta Qodriah, kedua pihak sudah melakukan mediasi.Mediasi dilakukan saat usia kandungan siswi SMP ini memasukan 8 bulan.

“Sejak masih kandungan umur 8 bulan telah dilakukan mediasi,” kata Sapta Qodriah dikutip dari Kompas.com.

  1. Pihak Laki-laki Tidak Mengakui

Menurut Sapta Qodriah, mediasi tersebut menemui jalan buntu.Sapta Qodriah mengatakan pihak laki-laki tidak mengakui.Sampai-sampai, kata Sapta Qodriah, pihak laki-laki menantang untuk melakukan tes DNA.

“Namun, dari pihak laki-laki tidak mengakui, bahkan menantang tes DNA,” kata Sapta Qodriah.

  1. Pihak Perempuan Yakin

Keluarga dari siswi SMP yang melahirkan, memastikan anaknya hanya berhubungan dengan satu pria.

Pihak keluarga siswi SMP meyakini anaknya hanya berhubungan dengan satu pria hingga hamil dan melahirkan.

  1. KPAD Gerah

Atas saling lempar tersebut, KPAD menjadi gerah.Bila nanti kedua belah pihak tidak juga mencapai kata sepakat, maka rekomendasi akan diterbitkan.Sebab saat ini sudah ada laporan ke polisi.

“Kami akan merekomendasi agar kasus ini dapat diproses lebih lanjut, sebab sudah ditangani pihak Polres Pangkal Pinang,” ujar dia.

Aduan itu tertuang dalam Laporan polisi LP/B 226/Vll/2019/SPKT/RES tertanggal 12 Juli 2019, tentang dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

  1. KPAD Prihatin

Setelah melakukan kunjungan ke rumah siswi SMP yang melahirkan, Sekretaris KPAD Babel Try Murtini merasa prihatin.”Keduanya sama-sama di bawah umur dan masih bersekolah. Tapi ini harus ada pertanggungjawaban,” ucapnya.