Akting Fake Taxi, Sopir Elf Perkosa Penumpang Wanita

0
82

Pasuruan, NAWACITA- Seorang sopir angkutan umum Hasanudin (22) diciduk polisi karena diduga memperkosa penumpang perempuan.

Hasanudin sudah berkeluarga dan memiliki seorang putra. Hasanudin adalah warga Dusun Madurejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo dan indekos di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Perbuatan Hasanudin dilakukannya 14 Mei 2019 lalu.Saat itu, korban bernisial NV baru saja turun dari bus jurusan Surabaya – Malang.

NV (29) berangkat dari Surabaya dan berencana akan berkunjung ke rumah saudaranya di Prigen, Pasuruan.Setibanya di Terminal Pandaan, perempuan berusia 29 tahun ini dihampiri tersangka.

Hasanudin menawarkan jasa antar karena yang bersangkutan juga sopir elf. Karena korban merasa tidak pernah ke rumah saudaranya ini di Prigen, korban pun mengiyakan tawaran tersangka ini.

“Dan pasrah minta tolong diantarkan ke rumah saudaranya,” kata Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo, Selasa (30/7/19).

Rizal menjelaskan, modus tersangka, ia mengaku mengenal saudara korban.Ia pun berjanji akan mengantarkan korban ke alamat yang dituju.Di tengah perjalanan, keduanya banyak bercerita dan berbagi kisah.Korban tidak menaruh rasa curiga karena dianggap itu obrolan biasa.Elf bernopol N 7635 UT menjadi saksi bisu kejadian ini.

“Hingga akhirnya, di sebuah jalan di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen sebelum tiba di rumah suadaranya, tersangka memberhentikan elfnya. Ia beralibi bahwa ada gangguan di mobilnya itu. Korban pun juga tidak mengira bahwa itu akal-akalan tersangka. Sampai akhirnya, tersangka diajak ke belakang,” tambahnya.

Mantan Kapolres Pasuruan Kota ini menjelaskan, semula duduk korban di sebelah tersangka.Nah, mendadak tersangka meminta korban untuk ke belakang dan duduk di belakang.Begitu korban di belakang, tersangka masuk ke belakang juga.Di sana, tersangka memaksa korban memberikan handphone pribadinya.

“NV (29) sempat berteriak minta tolong. Karena kondisi sudah malam dan jalanan lumayan sepi, teriakan korban pun tak ada yang mendengar. Saking takutnya ketahuan, tersangka ini memukul korban hingga terjatuh. Saat terjatuh itulah, nafsu tersangka memuncak”,Ucap Rizal.

“Tersangka menyetubuhi korban. Dan kemudian tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan. Tapi, korban menolaknya. Lagi-lagi, tolakan korban ini tak bisa menghentikan nafsu bejat tersangka. Hingga akhirnya, tersangka memperkosa korbannya,” jelasnya.

Setelah itu, kata Kapolres, tersangka menyudahi pemerkosaan itu.Tersangka meminta korban untuk tidak menceritakan kejadian yang baru saja menimpannya itu ke orang lain.Selanjutnya, tersangka mengantarkan korban ke tempat tujuannya setelah melampiaskan nafsu bejatnya tersebut.

Korban pun mengalami trauma yang luar biasa. Hingga akhirnya, ia pun memberanikan diri melaporkan tersangka ke Polisi. Dari laporan korban ini, Polisi langsung memburu tersangka. Tak butuh waktu lama, Korps Bhayangkara berhasil mengamankan tersangka.

“Kami masih mendalami kasus ini. Kami akan kembangkan. Karena dugaan kami, korban lebih dari satu. Tapi sementara, aksi pemerkosaan sopir elf terhadap penumpang ini baru dilakukannya sekali, Tersangka, kami jerat dalam pasal 365 KUHP dan atau 285 KUHP,” tutupnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here