Perekrut Belasan Gadis Belia diamankan Polisi

14
187

Situbondo, NAWACITA – Belasan gadis belia dan seorang pria asal Bandung diamankan di eks lokalisasi Gunung Sampan, di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Lima di antaranya bahkan masih berstatus anak di bawah umur.

Ironisnya, salah satu gadis dan pria yang diamankan itu mengaku berstatus suami-istri (pasutri). Keduanya diduga memiliki peranan penting dalam merekrut para korban hingga tiba di eks lokalisasi di Situbonndo.

“Pria berinisil R dan salah satu gadis berinisial I mengaku sebagai suami istri. Si I ini diduga yang merekrut, dan suaminya sebagai sopir yang membawa gadis-gadis itu ke sini. Tapi keterangan itu masih kami dalami,” kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Masykur di Mapolres, Minggu (28/7/19).

Disebut-sebut, sebelum bekerja di eks lokalisasi di Situbondo, I memang sudah bekerja dengan profesi serupa di Bali. Sepulang dari Bali, wanita 20 tahun ini melanjutkan pekerjaannya di eks lokalisasi di Situbondo. Sebulan lalu, dia pulang ke Bandung dan diduga melakukan rekrutmen beberapa gadis kenalannya.

“Bukan semua saya yang mengajak, pak. Jadi teman mengajak temannya, begitu seterusnya. Saya juga bilang terus terang pekerjaannya, tidak saya tutup-tutupi. Saya mengajak itu juga tidak dapat apa-apa,” ungkap wanita mengaku beranak dua itu di depan ruang penyidikan.

Mereka lalu bertolak ke Situbondo dengan menumpang travel. Sang suami berinisial R (20) juga menepis dirinya sebagai sopir. Dia bersikukuh hanya membantu menyediakan travel milik kenalannya di Bandung. Tiap orang penumpang dikenakan ongkos Rp 1 juta.

Pembayaran dilakukan saat mereka sudah tiba di eks lokalisasi. Pembayaran ongkos transportasi disebut dilakukan oleh si muncikari, dengan sistem utang dari masing-masing korban.

“Bayarnya di sini, pak. Dipinjami sama papi dulu. Habis nganter, travelnya ya langsung pulang. Saya bukan sopir. Kalau saya ke sini ikut istri. Kami memang suami istri, tapi baru nikah siri. Orang tua kami sama-sama menyetujui,” ujar R yang langsung dibenarkan si I.

Pria ini mengaku mengetahui profesi istrinya selama bekerja di eks lokalisasi bersama sejumlah gadis lainnya. Mereka semua mangkal di tiga wisma yang seluruhnya milik seorang muncikari berinisial S. Dikutip dari Detik.

“Selama di Situbondo saya tinggal di rumah kontrakan. Habis kerja istri saya pulang ke kontrakan. Rencana mau buka toko atau konter HP, tapi keburu begini,” tuturnya.

Comments are closed.