Tanaman Jagung dan Pertumbuhan Ekonomi di Nias Selatan

1
284

Teluk Dalam, NAWACITA – Program-program kegiatan ekonomi mikro yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan beberapa tahun terakhir ini adalah bentuk keberpihakan kepada pertumbuhan ekonomi rakyat (29/07/2019).

Saat awak nawacitapost.com mengkonfirmasi tentang keberhasilan program bidang pertanian tersebut, Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha mengatakan bahwa sejak tahun 2015 Pemkab sudah mengupayakan pengembangan ekonomi rakyat dengan membagikan bibit jagung kepada kelompok tani (Poktan) di 35 Kecamatan di Nias Selatan.

Beliau mengatakan bahwa program ini berkesinambungan setiap tahunnya, baik dari segi pertumbuhan kelompok tani, kuantitas bibit jagung yang dibagikan dan profit yang didapat karenanya. “Jagung merupakan tanaman yang mampu hidup di daerah tropis seperti Nias Selatan, Selain mudah untuk memeliharanya, juga bisa dipanen 3-4 kali dalam setahun’ ucap Hilarius.

Dalam 4 tahun terakhir, produksi jagung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk tahun 2015, produksi jagung mencapai 3,59 ton; tahun 2016 3,32 ton; tahun 2017 6,90; dan tahun 2018 pertambahan hampir mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya yakni 19,07 ton.

Dengan harga yang relatif naik tiap tahunnya, tanaman jagung diharapkan bisa menggenjot semangat masyarakat untuk merespon program Pemda Nisel ini dengan baik. Di tahun 2015 harga jagung per kg sebesar Rp 2.000; tahun 2016 Rp 2.500; tahun 2017 Rp 3.700 dan tahun 2018 Rp 4.500.

Secara kumulatif dalam bentuk penghasilan yang diperoleh masyarakat sendiri melalui tanaman jagung ini adalah tahun 2015, 3,1 M; tahun 2016, 3.2 M; tahun 2017, 14,3 M dan tahun 2018 mencapai 76,7 M. Pertumbuhan ini tentu sangat memberi harapan bagi petani untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Terkait dengan tantangan yang ada dalam pelaksanaan program tersebut, Hilarius mengatakan bahwa curah hujan yang sangat tinggi di Kepulauan Nias menjadi kendala tersendiri bagi petani.

Comments are closed.