Peduli Penderita Autoimun, Seorang Siswi SMA Dirikan Firda Athira Foundation

0
816
Firda Athira Azis  yang baru berusia 17 tahun dan putri dari Kabareskrim Mabes Polri yang juga mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Idam Azis

Depok, NAWACITA- Seorang pelajar SMA  di Depok mendirikan Firda Athira Foundation, sebagai rasa kepeduliannya yang tinggi untuk membantu kesehatan bagi penderita autoimun di Indonesia.

Firda Athira Azis  yang baru berusia 17 tahun dan putri dari Kabareskrim Mabes Polri yang juga mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Idam Azis, ini sudah memikirkan bagaimana nasib penyintas penderita autoimun.

Autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak dapat membedakan kawan dan lawan sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis sehingga dapat mematikan dan belum ada obat hingga kini.

“Salah satu pemicu timbulnya autoimun itu sendiri berawal  dari gaya pola hidup dan stres yang tinggi. Rata-rata rentan dapat terkena autoimun adalah wanita dan anak-anak. Lantaran wanita memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibanding laki-laki,” ujar Co-founder Firda Athira Foundation, Firda Athira Azis, Minggu (28/7/19).

Rasa kemanusiaan Firda yang sangat tinggi dengan peduli terhadap penyitas autoimun,  karena berdasarkan data sementara ada sekitar 5.000 orang dan rata-rata kebanyakan terjadi kepada wanita dan anak-anak.

Firda menjelaskan, sebagai organisasi milenial yang didirikannya tersebut ikut turun tangan serius membantu penyitas Autoimun. Keberadaan Firda Foundation di tengah masyarakat khusus memberi dukungan bagi penderita penyitas Autoimun.

“Atas dukungan orang tua dan teman-teman serta sahabat sesama penderita autoimun, yaitu khususnya anak-anak milenial dapat memiliki daya juang lebih dan dapat meningkatkan percaya diri bagi penderita untuk bisa menggapai cita-cita,”tambahnya.

Autoimun sendiri sampai saat ini belum dapat disembuhkan, namun gejala yang timbul dapat ditekan dan dijaga agar tidak timbul.

Pengobatan untuk menangani penyakit autoimun tergantung pada jenis penyakit yang diderita, gejala yang dirasakan, dan tingkat keparahannya. Sampai saat ini kementerian kesehatan masih melakukan pendataan terhadap para penderitanya.

“Kita berharap pemerintah dapat menjadi jalan solusi terbaik bagi penderita autoimun. Untuk Firda Foundation hanya fokus kepada anak-anak marjinal saja. Untuk saat ini mereka butuh dukungan positif, selain materi, perhatian dan kasih sayang juga kita berikan,” tuturnya.

Sementara itu untuk mengenalkan Firda Foundation kepada masyarakat, Firda akan melakukan roadshow berupa kegiatan talkshow dengan mengundang beberapa pakar dan dokter spesialis di beberapa kota besar.

“Baru Sabtu kemarin  kita menggelar acara bertajuk Autoimun Berbagi Bahagia ‘Weekend Market  berupa Talkshow dan Media Gathering bersama penyitas Autoimun di Lobby Lounge Hotel Sheraton Grand Gandaria City. Insyaallah nanti akan kita lakukan menggelar acara sama di kota-kota besar lainnya,”tutupnya. (angga/tri)