Erupsi, Begini Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu

0
145

Bandung Barat,NAWACITA- Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat erupsi dengan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak Jumat (26/7/2019) sore. Dilihat dari sejarahnya, gunung ini telah mengalami erupsi belasan kali.

Berdasarkan Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang ini pertama kali erupsi pada abad ke-19, tepatnya tahun 1829. Saat itu, terjadi erupsi abu dan batu di Kawah Ratu dan Domas. Sementara terakhir kali terjadi aktivitas vulkanik pada tahun 2004.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh van Bemmelen yang dikutip Kusumadinata, Gunung Tangkuban Parahu tumbuh di dalam Kaldera Sunda sebelah timur. Selama ini, erupsi yang terjadi di gunung tersebut hanya erupsi kecil.

“Berdasarkan pengalaman sejak abad ke 19, gunungapi ini tidak pernah menunjukkan erupsi magmatik besar kecuali erupsi abu tanpa diikuti oleh leleran lava, awan panas ataupun lontaran batu pijar,” tulis Badan Geologi Kementerian ESDM.

Gunung tersebut juga beberapa kali mengalami erupsi freatik. Erupsi ini biasanya diikuti oleh peningkatan suhu solfatara dan fumarola di beberapa kawah yang aktif yaitu Kawah Ratu, Kawah Baru, dan Kawah Domas.

“Material vulkanik yang dilontarkan umumnya abu yang sebarannya terbatas di sekitar daerah puncak hingga beberapa kilometer. Semburan lumpur hanya terbatas di daerah sekitar kawah,” tulisnya.

Meski begitu, asap putih solfatara dan fumarola kadang diikuti oleh peningkatan gas-gas vulkanik beracun CO dan CO2. Untuk itu, warga harus tetap waspada, terutama apabila akumulasi gas-gas racun di sekitar kawah aktif semakin tinggi.