Ama Ira Zega:Marinus Ogah Jadi Ketum, Sepuluh Calon Lain Peluangnya Sama

2
1716

Jakarta,NAWACITA-Mendekati pelaksanaan Munas HIMNI ke-V, pertarungan menduduki Ketua Umum HIMNI semakin terbuka. Apalagi Ketua Umum sekarang, Marinus Gea, sudah terang-terangan menolak untuk dicalonkan lagi. Hal ini disampaikan oleh Ama Ira Zega, anggota Majelis Pertimbangan Organisasi ( MPO ) DPP HIMNI, yang sempat menelepon Marinus.

“Pernyataan beliau yang menyatakan Munas V HIMNI harus ada suksesi membuat para calon lain semakin bersemangat meraih peluang jadi calon Ketum HIMNI di Munas yang akan datang. Semua kandidat peluangnya sama,”kata Ama Ira Zega.

Sebagai anggota MPO,  Ama Ira Zega melihat, jabatan Ketua Umum HIMNI bagai magnet bagi mereka yang bercita cita meraih jabatan politik di Kepulauan Nias. Bukan saja peluang jadi bupati atau wali kota di Kepulauan Nias bahkan jika provinsi Kepulauan Nias nanti disahkan sebagai provinsi, Ketua Umum HIMNI akan dilirik oleh partai politik yang akan mengusung sebagai calon gubernur.

Baca Juga: Marinus Gea: Munas ke-V HIMNI, Suksesi Kepemimpinan Harus Ada

Ama Ira berharap para calon mau berbuat dan mencanangkan program pembangunan masyarakat Kepulauan Nias sebagai sasaran program dan termasuk memikirkan orang Nias yang merantau dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menjadi penting karena hanya HIMNI yamg memiliki struktur kepemimpinan di provinsi dan kabupaten kota.

Baca Juga: Agustus Gea:Jabatan Ketum HIMNI Strategis Untuk Menuju Pilkada

Hal yang jadi kerisauan Ama Ira adalah apakah para calon itu paham bahwa yang memiliki suara untuk memilih Ketua Umum adalah  DPD dan DPC dari seluruh Indonesia. Sebab jika hal ini tidak dipahami, maka bisa jadi strategi para calon meraih kursi ketum akan gagal.

Baca Juga : Etika Halawa:  Saya Siap Bersaing Jadi Ketua Umum

“Karena banyak info, mereka didukung oleh berbagai paguyuban atau organisasi yang tidak memiliki suara. Artinya, jika mau berhasil, segera bentuk tim sukses dan dekati para ketua DPD diberbagai provinsi dan pengurus DPC kabupaten kota yang memiliki suara hampir 400. Itu nanti yang akan diperebutkan pada Munas. Mulai dari penjaringan bakal calon semua bermula dari usul para ketua DPP, DPD dan DPC,”terang Ama Ira.

Baca Juga: Beredar 9 Nama Calon Ketua Umum HIMNI

Ama Ira menandaskan, siapapun yang ingin terpilih tidak ada cara lain selain sosialisasikan diri ke pemilik suara. Hal ini lantaran organisasi HIMNI sudah berjalan sistem organisasinya  seperti organisasi partai politik.Ibarat perusahaan, sudah menjadi perusahaan terbuka. Artinya sudah tidak didominasi oleh para pendirinya lagi. ”Maka yang menjadi ketua Umum HIMNI itu sudah sekaliber ketua partai politik. Dan buktinya Ketua Umum sekarang adalah anggota  DPR RI. Bagi yang ingin bermimpi jadi pejabat politik boleh merintis karir di HIMNI,”pungkas Ama Ira.

Comments are closed.